Perupa Mural dan Graffiti, Melukis Bersama di Dinding Toko Buku

KBRN, Magelang : Meskipun harus memanjat tangga besi dengan ketinggian sekitar empat meter, Subchi dengan cekatan  menorehkan kuas  dengan cat tembok warna krem ke dasar dinding tembok yang semula berwarna kuning.

Sejurus kemudian, disusul dengan cat berwarna biru dan merah untuk membentuk gambar tokoh protagonis yang tergabung dalam DC Comis, yakni Superman. Di sebelah “super hero” yang popular di dunia komik, film tersebut, juga ada gambar sosok “super hero’’ lainnya dari kisah pewayanganan Mahabarata. Yakni,  ksatria dari Kerajaaan Pringgodani,Gatotkaca.

Di gambar kedua tokoh ‘pahlawan‘ pada kedua jari kelingkingnya tersebut bertautan dan menyimbolkan adanya  kerukunan. Gambar mural karya Subchi tersebut merupakan salah satu  karya yang menghiasi  tembok  samping Toko Buku ‘Jaya” di Jalan Pajajaran, Kota Magelang. Tembok dengan panjang sekitar 50 meter dan ketinggian sekitar empat meter tersebut dilukis mural dan graffiti oleh 28 perupa   dan bertajuk “ Ayo Rukun.”

I Made Arya Dwita Dedok salah satu perupa mengatakan, kegiatan melukis mural dan graffiti di tembok samping Toko Buku “ Jaya’’ Kota Magelang tersebut berawal atas keprihatinan dari para perupa di Kota Magelang atas kejadian salah satu karya mural ditumpuk grafiti ‘liar’ yang mengotori karya tersebut beberapa waktu lalu.

“Berangkat dari keprihatinan inilah, sebuah gerakan bersama melahirkan aktivitas kreatif dengan kegiatan mural dan grafiti bertajuk ‘Ayo Rukun’,” kata I Made Arya Dwita Dedok di sela-sela kegiatan tersebut, Minggu (22/5/2022).

Perupa asal Pulau Dewata dan kini menetap di Kota Magelang mengatakan, sebelumnya para pelaku  telah meminta izin kepada pemilik toko tersebut untuk melukis mural dan graffiti di dinding tembok samping toko tersebut.

Gayung pun bersambut, pemilik toko buku yang juga seorang pelukis mengizinkan dinding tembok toko buku tersebut dijadikan ‘kanvas’’ yang lebar bagi para pelaku mural dan graffiti,

“Kegiatan ini juga sebagai wadah sesama perupa street art memerlukan juga wadah untuk menyalurkan ekspresinya secara elegan dan bisa saling berbagi dalam satu wujud kreativitas seni secara bersama-sama,” ujar Dedok yang juga dikenal sebagai seorang fotografer.

Ia menambahkan, kegiatan menggambar mural dan graffiti bersama tersebut sebagian salah satu upaya sama-sama belajar bagi para perupa  untuk menghargai seni, khususnya seni rupa di tempat yang bagus.

Menurutnya, kegiatan melukis bersama mural dan graffiti tersebut sebagai wadah para perupa mural dan graffiti  untuk menyalurkan ekspresi seninya.

“Sebenarnya, kalau corat –coret itu tidak bagus. Tembok yang sudah bagus, kalau dicorat-coret juga  tidak asyik. Malah mengotori tempat,” ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang, Muhammad Nafi  mengapresiasi kegiatan  melukis mural dan graffiti bersama para pelaku seni rupa art street di Kota Magelang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wadah untuk bersilaturahmi antar pelaku street art di Magelang. Selain itu, juga untuk mengurangi ketegangan di antara mereka beberapa hari lalu,” kata Nafi.

Ia menambahkan, kegiatan melukis bersama di sebuah dinding tembok tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperindah tata kota yang ada.

Menurutnya, di Kota Magelang sendiri masih banyak tempat yang bisa dimanfaatkan oleh para perupa seni jalanan tersebut . Seperti sepanjang Jalan Jenggala  di Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang tersebut masih terbuka untuk dilukis mural.

“Niatan ini sudah sekitar dua tahun lalu, dan kamipun sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk dari Pemkot Magelang,” katanya. Dyas

KBRN, Magelang : Meskipun harus memanjat tangga besi dengan ketinggian sekitar empat meter, Subchi dengan cekatan  menorehkan kuas  dengan cat tembok warna krem ke dasar dinding tembok yang semula berwarna kuning.

Sejurus kemudian, disusul dengan cat berwarna biru dan merah untuk membentuk gambar tokoh protagonis yang tergabung dalam DC Comis, yakni Superman. Di sebelah “super hero” yang popular di dunia komik, film tersebut, juga ada gambar sosok “super hero’’ lainnya dari kisah pewayanganan Mahabarata. Yakni,  ksatria dari Kerajaaan Pringgodani,Gatotkaca.

Di gambar kedua tokoh ‘pahlawan ‘ pada kedua jari kelingkingnya tersebut bertautan dan menyimbolkan adanya  kerukunan. Gambar mural karya Subchi tersebut merupakan salah satu  karya yang menghiasi  tembok  samping Toko Buku ‘Jaya” di Jalan Pajajaran, Kota Magelang. Tembok dengan panjang sekitar 50 meter dan ketinggian sekitar empat meter tersebut dilukis mural dan graffiti oleh 28 perupa   dan bertajuk “ Ayo Rukun.”

I Made Arya Dwita Dedok salah satu perupa mengatakan, kegiatan melukis mural dan graffiti di tembok samping Toko Buku “ Jaya’’ Kota Magelang tersebut berawal atas keprihatinan dari para perupa di Kota Magelang atas kejadian salah satu karya mural ditumpuk grafiti ‘liar’ yang mengotori karya tersebut beberapa waktu lalu.

 “Berangkat dari keprihatinan inilah, sebuah gerakan bersama melahirkan aktivitas kreatif dengan kegiatan mural dan grafiti bertajuk ‘Ayo Rukun’,” kata I Made Arya Dwita Dedok di sela-sela kegiatan tersebut, Minggu ( 22/5/2022).

Perupa asal Pulau Dewata dan kini menetap di Kota Magelang mengatakan, sebelumnya para pelaku  telah meminta izin kepada pemilik toko tersebut untuk melukis mural dan graffiti di dinding tembok samping toko tersebut.

Gayung pun bersambut, pemilik toko buku yang juga seorang pelukis mengizinkan dinding tembok toko buku tersebut dijadikan ‘kanvas’’ yang lebar bagi para pelaku mural dan graffiti,

“Kegiatan ini juga sebagai wadah sesama perupa street art memerlukan juga wadah untuk menyalurkan ekspresinya secara elegan dan bisa saling berbagi dalam satu wujud kreativitas seni secara bersama-sama,” ujar Dedok yang juga dikenal sebagai seorang fotografer.

 Ia menambahkan, kegiatan menggambar mural dan graffiti bersama tersebut sebagia salah satu upaya sama-sama belajar bagi para perupa  untuk menghargai seni, khususnya seni rupa di tempat yang bagus.

Menurutnya, kegiatan melukis bersama mural dan graffiti tersebut sebagai wadah para perupa mural dan graffiti  untuk menyalurkan ekspresi seninya.

“Sebenarnya, kalau corat –coret itu tidak bagus. Tembok yang sudah bagus, kalau dicorat-coret juga  tidak asyik. Malah mengotori tempat,” ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang, Muhammad Nafi  mengapresiasi kegiatan  melukis mural dan graffiti bersama para pelaku seni rupa art street di Kota Magelang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wadah untuk bersilaturahmi antar pelaku street art di Magelang. Selain itu, juga untuk mengurangi ketegangan di antara mereka beberapa hari lalu,” kata Nafi.

Ia menambahkan, kegiatan melukis bersama di sebuah dinding tembok tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperindah tata kota yang ada.

 Menurutnya, di Kota Magelang sendiri masih banyak tempat yang bisa dimanfaatkan oleh para perupa seni jalanan tersebut . Seperti sepanjang Jalan Jenggala  di Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang tersebut masih terbuka untuk dilukis mural.

“Niatan ini sudah sekitar dua tahun lalu, dan kamipun sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk dari Pemkot Magelang,” katanya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar