Penikmat Berita Berubah, KPID Jateng Beri Saran ke RRI

KBRN, Semarang : Perubahan selera penikmat berita perlu diwaspadai media elektronik, agar tidak ketinggalan pemirsa. Jika sebelumnya berita hanya berupa audio dan visual, kini sudah merambah ke digital.

“Berubahnya penikmat berita dari audio dan visual perlu diantisipasi, sekarang eranya berita dalam genggaman atau berubah ke digital,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah Muhammad Aulia Assyahidin ketika dialog interaktif dengan RRI, Senin (6/9/2021).

Ia menilai, RRI memiliki kekuatan berupa jaringan luas hingga ke daerah perbatasan Indonesia dan luar negeri. Namun untuk saat ini, perlu memperkuat jaringan digital agar dapat diakses generasi milenial.

“RRI saya lihat sudah merambah ke dunia digital melalui rri.co.id, streaming tapi jangan sampai jatidiri sebagai media radio hilang,” ujarnya.

Lebih lanjut Aulia menambahkan, dimasa pandemi Covid-19 RRI berperan sebagai media pencerah bagi pemirsa. melalui pemberitaan dan siarannya, RRI dapat mengemas konten secara berimbang sehingga menciptakan optimism.

“Kenaikan kasus Covid-19, ketersediaan tempat di rumah sakit saya lihat RRI juga memberitakan, tetapi tidak seintensif media lain. Ini bagus agar masyarakat tidak pesimis menghadapi pandemi,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberitaan RRI Semarang Fetika Andriyani mengatakan, dimasa kini masyarakat mendapat kemudahan dalam mendapatkan informasi. Tetapi menurutnya, kemudahan mendapatkan berita mengakibatkan masyarakat menjadi korban hoaks.

“Saat ini bisa dikatakan banjir berita. Melalui handphone masyarakat bisa mendapatkan berita apa saja. Tetapi tanpa filter penyaring, ini berita benar atau tidak,” jelasnya.

Oleh karena itu, Fetika menekankan profesionalisme terhadap para reporter agar dapat menyajikan berita terpercaya. Reporter RRI diminta untuk menyajikan informasi secara aktual tetapi sesuai dengan kaidah jurnalistik.

“Reporter kita ikutkan pelatihan seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari PWI. Agar kode etik jurnalistik tetap dipegang,” ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar