Suraikan masih Jalani Usaha Kue Rangen Warisan Neneknya

KBRN, Kendal : Saat ini masih banyak jajanan tradisional yang selalu dikenal. Salah satunya kue Rangen, yang bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional di Kendal, Jawa Tengah. Kue Rangen ni terbuat dari tepung ketan, kelapa dan gula. Kebanyakan bentuknya bundar sebesar piring, namun ada juga yang dibuat ukuran kecil seperti kue wingko.

Kue Rangen ini biasanya menjadi jajanan khas ketika Lebaran yang disajikan untuk hidangan tamu-tamu yang datang. Ada juga yang dikirim untuk oleh-oleh atau bingkisan Lebaran kepada keluarga atau kerabat, karena bisa bertahan sampai 3 hari.

Salah satu pembuat kue Rangen adalah keluarga Suraikan di Desa Juwiring RT2/ RW5 Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Suraikan mengatakan, membuat kue Rangen ini menjadi sumber utama penghasilan keluarga yang sudah turun-temurun dari neneknya. “Membuat kue ini sudah lama sejak dari Mbah-mbahnya,” katanya saat ditemui pada Kamis (4/11/2021).

Kue Rangen bikinan Suraikan ini asli tanpa bahan pengawet dan dibuat secara tradisional menggunakan tungku dengan kayu bakar dan serabut kelapa, sehingga rasanya khas kue tradisional. Sementara ini kemasannya masih menggunakan plastik polos biasa tanpa ada cap atau label. 

Dalam sehari Suraikan rata-rata membuat sekitar 50 buah yang dijual di pasar-pasar tradisional dan warung-warung terdekat. Ada dua varian, yakni varian original dengan harga Rp. 6 ribu dan varian toping gula jawa dengan harga Rp. 7 ribu. “Jualnya ke pasar-pasar Cepiring dan sekitarnya dan warung-warung dekat sini,” ujarnya.

Kini, Suraikan mulai masuk kelompok UMKM di desanya. Oleh pihak desa, kue Rangen bikinan Suraikan mulai diikutkan pada bazar dalam kegiatan-kegiatan pemerintah. Maka rencana ke depan akan mengikuti pelatihan pengembangan produk UMKM, terutama dalam pembuatan kemasan yang bagus. “Nanti rencananya, karena sudah ada UMKM akan koordinasi dengan desa minta diadakan pelatihan bikin kemasan yang bagus,” tuturnya.

Seorang perangkat Desa Juwiring, Nur Kholis mengatakan, pihak desa akan melakukan pendampingan bagi para pelaku UMKM di desanya. Tujuannya untuk mengangkat produk UMKM di desanya supaya tambah maju dan berkembang. Salah satunya kue Rangen bikinan Suraikan supaya bisa menjadi jajanan khas tradisional andalan. “Rencananya karena sudah aka UMKM, nanti minta kepada desa supaya usahanya tambah maju,” katanya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar