Jamu Coro, Angkat Sektor Pariwisata Demak

KBRN, Demak : Minuman satu ini sudah ada sejak zaman keemasan Walisongo. Konon, dulu dijadikan sebagai hidangan pembuka setiap acara. 

Hingga kini, jamu ini masih dipercaya berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh terutama di musim penghujan. 

Satu di antara yang paling terkenal dapat di jumpai di sekitar taman Kali Tuntang. 

Sri Puji Utami, salah seorang penjual jamu coro biasa mangkal sejak pukul 3 sore. 

Menurut Sri, dalam proses pembuatannya memadukan 15 jenis rempah dan tepung beras. Tak heran, karena popularitasnya ia dapat membawa pulang minimal Rp 700 ribu dalam sekali berjualan. 

"Alhamdulillah, sehari sering kurangan terus biasanya jam 17.00 WIB sudah habis," ujarnya 

Hampir di setiap sudut kampung sekitar kota  Demak dapat dijumpai pedagang jamu coro saat pagi hari. Para penjualnya menggunakan loyang khas yang terbuat dari tanah. 

Jamu warisan leluhur ini terpilih sebagai nominasi untuk bersaing dalam perhelatan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021. 

Dalam ajang tersebut, minuman tradisional Demak ini menyisihkan 9 kompetitor lain kategori minuman tradisional daerah. 

Kepala Dinas Pariwisata Demak Agus Kriyanto menuturkan, setelah berhasil menyabet juara kedua tingkat nasional bisa membuka jalan pariwisata Demak supaya dikenal luas. 

"Salah satunya lewat jalur kuliner tradisional, sajian kuliner menjadi sarana mempopulerkan pariwisata," kata Agus kepada rri.co.id, Selasa (18/1/2022). 

Menurutnya, dalam mempopulerkan pariwisata Demak dimulai dari promosi kuliner memanfaatkan platform digital. 

"Kemarin votting API menggunakan kanal Youtube animo masyarakat luar biasa, sekarang ini promosi secara online sudah semakin mudah," terangnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar