Wisata Sendang Wuluh, Destinasi Wisata Berlatar Pemandangan Bukit

KBRN, Demak : Inisiatif para pemuda Desa Jragung, Karangawen, Demak untuk mengangkat nama desanya, membuat mereka bahu-membahu menciptakan wisata baru memanfaatkan potensi tersembunyi. Sendang Wuluh, menjadi ikon baru wisata di Demak dengan menawarkan pemandangan dari atas bukit.

Wisatawan dapat melihat pemandangan Karangawen, Mranggen, bahkan beberapa wilayah di Grobogan.

Di lokasi seluas 20,7 hektare tersebut, terdapat beberapa spot foto yang di sediakan bagi pengunjung. Terdapat juga gardu pandang supaya pengunjung leluasa melihat suguhan alam.

“Daya tarik utama selain sendang juga spot foto berlatar pemandangan dari atas bukit. Dari ketinggian wisatawan bisa melihat pemandangan empat kabupatenyaitu Grobogan, Demak, Semarang, dan Ungaran,” kata Ketua Pengelola Wisata Sendang Wuluh Suwandi, ketika ditemui RRI.co.id, Sabtu (13/11/2021).

Sementara, untuk destinasi utama Sendang Wuluh pengunjung mesti menyusuri jalan setapak menuruni bukit dengan puluhan anak tangga.

“Sendang ini keramat, dulunya warga menggunakan air sendang untuk mencukupi kebutuhan air di desa. Memang banyak yang mempercayai air disini berkhasiat, airnya pun di musim kemarau tidak kering,” ungkapnya.

Nama Sendang Wuluh di ambil lantaran di lokasi tersebut mudah di jumpai bambu wuluh. Tak heran, mata tak hentinya memandangi lebatnya hutan jati yang menjadi daya tarik pengunjung.

Sementara itu, Kepala Desa Jragung Edi Susanto mengungkapkan, sudah memiliki rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang untuk mengembangkan wisata Sendang Wuluh.

Jangka pendek akan di kembangkan spot foto dan flying fox serta edukasi pertanian untuk anak.

Sementara untuk jangka menengah ada bumi perkemahan, track sepeda dan trail.

Sedangkan, untuk jangka panjangnya akan di kembangkan arung jeram memanfaatkan arus sungai Jragung dengan rute mengelilingi desa.  

“Pengelolaan Bumdes, tanahnya milik Perhutani. Kita bekerjasama dengan LMDH dari Perhutani. Sejauh ini sudah di ada  fasilitas Gazebo supaya bisa duduk bersantai, sudah kami buatkan ini. Kemudian nanti juga akan ada flying fox, toilet, musala, dengan memanfaatkan anggaran dari Provinsi,” ujarnya

Edi menambahkan, ingin menggali potensi desa dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warganya untuk mendapatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).  

“Desa Jragung merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Karangawen, yang tidak punya PADes. Saat wisata ini sudah berjalan baik, saya yakin akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak, sehingga nanti bisa mengurangi angka pengangguran di Desa Jragung, bahkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar