Dalang Muda Mengajak Generasi Muda Cintai Wayang Kulit

KBRN,Semarang : Kecintaan generasi muda terhadap kesenian wayang kulit ditengah perkembangan zaman semakin memudar.

Namun tidak demikian halnya dengan sanggar seni Pringgodani, Karangjati, Bergas, Kabupaten Semarang. 

Pegiat Seni Ki Endy Wahyu Nugraha mengatakan, minat mendalami kesenian sebagai wujud nguri-uri kebudayaan Jawa di latar belakangi ketertarikan mereka untuk mengembangkan bakat. 

"Mulanya ada sebagian yang tidak suka gamelan. Kemudian, 1 sampai 3 orang yang dulu tidak mengenal seni sekarang bisa karena ketertarikan," kata dia seusai Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi rokok ilegal di Auditorium RRI Semarang, Jumat (26/11/2021).

Sementara, untuk memikat generasi milenial menurut Endy pakeliran yang di gunakan menyesuaikan dengan dinamika sekarang. 

Nuansa yang diberikan melalui iringan gamelan kontemporer ikut menghidupkan ruh sebuah pagelaran. 

"Pagelaran wayang kulit di era sekarang mengikuti zaman, tidak murni gamelan melainkan di padukan dengan musik modern," tuturnya.

Tidak hanya music pengiring, sisipan humor dalam pementasan wayang menjadi pemantik generasi zaman sekarang untuk kembali duduk menyaksikan pagelaran wayang semalam suntuk. 

"Apalagi situasi pandemi, setiap pagelaran tidak harus pakem. Selipan humor dalam setiap sanggit lakon itu bisa menjadi guyonan," jelasnya.

Pelonggaran mobilitas, disambut antusias pegiat seni di Kabupaten Demak. 

Kepala Dinas Pariwisata Demak Agus Kriyanto mengungkapkan, tercatat selama memasuki PPKM Level 1 sudah melangsungkan 4 kali event secara hybrid. 

"Pekerja seni seiring PPKM level 1 antusias sekali, kemarin pagelaran seni kita fasilitasi untuk tampil," kata dia.

Melalui pementasan virtual masyarakat khususnya generasi muda di harapkan dapat mencintai kesenian wayang memanfaatkan kemudahan akses yang di tawarkan. 

"Harapannya dengan media yang ada, pelaku seni dapat lebih giat berkarya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar