Mengulik Sosok Pembawa Pusaka Tombak Abirawa

Dr Heriyono Tardjono SH MKn - Pembawa Pusaka Tombak Abirawa
Dr Heriyono Tardjono SH MKn ( Kiri) Membawa Tombak Abirawa

KBRN, Pekalongan : Kemeriahan memperingati HUT ke-56 Kabupaten Batang dengan kirab budaya dan arak-arakan pusaka tombak Abirawa disaksikan ribuan warga Kabupaten Batang dan Sekitarnya, Jumat (20/5/2022), yang memadati kawasan Pendopo Kantor Bupati Batang hingga beberapa ruas jalan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Lancarnya Acara tersebut salahsatunya tak lepas dari peran Sosok Pembawa Pusaka Tombak Abirawa.

Adalah Dr Heriyono Tardjoni SH MKn, Lulusan Sarjana Fakultas Ilmu Hukum  Universitas Islam Sultan Agung Semarang Tahun 2007, Magister  Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2009 dan Alumni terbaik Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang Tahun 2019, yang merupakan keluarga ahli waris, Membawa Pusaka Tombak Abirawa saat kirab dengan menempuh jarak 4 KM menyusuri ruas jalan protokol Kabupaten Batang. Kirab Budaya Hari Jadi Ke-56 Kabupaten Batang ini akhirnya dapat kembali digelar setelah dua tahun tertunda karena pandemi covid-19.

Saat dimintai keterangan sebelum prosesi kirab Pusaka Tombak Abirawa di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (20/5) Kemaren Dr Heriyono Tardjono yang berprofesi sebagai dosen Universitas Al Azhar Indonesia ini menyampaikan acara jamasan atau kirab pusaka tombak pusaka ini sebagai upaya mewarisi semangat para pendiri kabupaten Batang khususnya dan sesepuh senusantara pada umumnya.

"Tugas membawa Pusaka Tombak Abirawa ini bukan pertama kali diemban, karena ditahun 2019 saya juga sudah mendapat tugas, tapi dulu dalam kondisi pandemi covid-19, jadi acara tidak digelar secara terbuka untuk masyarakat luas dan jarak tempuh kirab hanya seputar pendopo Kabupaten Batang saja," terang Dosen 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Taufiq mengatakan bahwa kirab budaya pada 2022 ini memang diselenggarakan secara meriah setelah pada tahun sebelumnya hanya digelar secara sederhana karena pandemi Covid-19.

"kirab 17 pusaka dimulai dari Pendopo Kabupaten Batang berkeliling menuju Jalan Ahmad Yani, Gajahmada, kemudian menuju ke utara jalan K.H. Ahmad Dahlan, Brigjen Katamso, R.A. Kartini, dan berakhir di pendopo,"jelas Taufiq.

Pada kirab budaya tersebut, juga dipamerkan satu gunungan hasil pertanian seperti padi, palawija, dan sayur-sayuran.

Kirab budaya dengan iring-ringan kereta kencana ini, berkeliling keluar dari area Pendopo Kabupaten Batang dan disaksikan oleh masyarakat. Acara kirab budaya tombak makin meriah saat Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono yang menunggangi kereta kencana menyebarkan uang (Sawur) disepanjang jalan yang dilalui kirab budaya.(Miftachudin - Pekalongan).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar