Kepemimpinan Raja Demak Diharapkan Jadi Teladan

KBRN, Demak :  Model dakwah para Sultan Demak yang menyinergikan komitmen keagamaan dan kenegaraan diharapkan menjadi teladan. Model dakwah ini memegang erat falsafah di mana kaki dipijak di situ langit dijunjung tinggi. Hal itu diungkapkan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng Muhammad Haris di sela acara Ziarah Kepahlawanan di Makam Raja Demak,  Kompleks Masjid Agung Demak, Minggu (28/11/2021).

‘’Para Raja Demak penuh inspirasi dan keteladanan dalam menjaga kebinekaan dan keutuhan negara. Mari kita jaga bersama semangat keteladan para Raja Islam Demak ini,’’ ungkapnya.

Kesultanan Demak atau Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam Jawa yang berdiri pada akhir abad ke-15 di Demak. Kesultanan ini memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa. Sepanjang sejarahnya terdapat empat raja atau sultan yang memimpin. Yaitu Raden Patah, Raden Pati Unus, Sultan Trenggana, dan Sunan Prawoto. 

Haris meminta perjuangan mereka menjadi teladan semua elemen bangsa, juga bagi seluruh kader PKS. Menurutnya Kesultanan Demak merupakan inspirasi bagi bangsa ini. Di antaranya terkait modernisasi pengelolaan negara di bidang pertahanan,  pertanian, dan seni budaya.

‘’Selain sebagai ulama besar, Beliau (para Raja Demak)  adalah negarawan yang banyak menginspirasi kita tentang problem solving bagi masyarakat," ungkapnya. 

Sebelum berziarah ke Makam Raja Demak, sebelumnya Haris melantik kepengurusan Gerakan Muda Keadilan (Gema Keadilan) Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang. Gema Keadilan merupakan organisasi sayap PKS. "Gema Keadilan diharapkan dapat menyerap aspirasi dari kaum muda. Saya berharap di pemilu 2024 akan lahir anggota legislatif  dan eksekutif muda dari rahim Gema Keadilan,’’ tandas Wakil Wali Kota Salatiga itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar