Pemkab Blora Komitmen Bangun Digital Leadership

KBRN, Blora : Kemajuan Pemkab Sumedang Jawa Barat dalam membangun pemerintahan daerah berbasis data terpadu (digital government), hingga meraih predikat Kabupaten Terinovatif di tahun 2021, mendorong Bupati Blora Arief Rohman ingin mengimplementasikannya di Blora. 

Menurut Arief, berbekal ilmu dan bantuan dari Sumedang, dirinya ingin di  satu tahun kepemimpinannya nanti, Blora sudah bisa meresmikan penggunaan e-office dan e-SAKIP sebagai wujud digital leadership dan sistem pemerintahan berbasis elekstronik (SPBE).

“Kita minta semua OPD bisa ikut berkomitmen tentang ini. Semuanya akan serba digital, termasuk nanti kita minta Dinkominfo bisa segera mewujudkan Command Center sebagai pusat kendali pemerintahan secara digital. Kita bisa kerja darimana saja, kapan saja sambil melihat langsung kondisi lapangan,” ungkap Arief saat melakukan pertemuan dengan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di pendapa rumah dinasnya, Selasa (18/1/2022). 

Arief pun merasa senang dan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sumedang yang telah berbagi ilmu dengan Blora. Dirinya berharap Blora kedepan bisa ikut melesat seperti halnya Sumedang. 

“Saya atas nama Pemkab Blora, mengucapkan terimakasih kepada senior saya Kang Dony Bupati Sumedang, yang sudah berkenan membagi ilmunya di Blora ini. Tadi kita bersama seluruh ASN mendapatkan ilmu pencerahan yang luar biasa, termasuk diberikan hibah e-office dan e-sakip yang inshaAllah akan kita terapkan di Blora sebagai wujud Digital Leadership. Seperti yang sudah dilakukan Sumedang, agar Blora bisa semakin maju,” ucapnya. 

Sementara itu, Bupati Sumedang mengungkapkan Pemerintah Daerah  harus berubah dengan kepemimpinan transformative, transformational leadership. Hal ini seiring dengan perubahan zaman serta tuntutan masyarakat yang tinggi. 

“Tadi kita sampaikan best practice yang kami lakukan di Sumedang, sekaligus sharing dengan apa yang ada di Blora. Semoga ini bisa saling menguatkan untuk maju bersama-sama. Kemudian membahas bersama tentang leadership transformative dan digital transformasi untuk mempermudah urusan masyarakat, mempercepat capaian pembangunan di tengah kondisi yang saat ini serba cepat berubah,” ungkap Dony Ahmad Munir.

Untuk diketahui, di awal kepemimpinan Dony Ahmad Munir di Sumedang tahun 2018, nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) nya hanya 48,58. Namun setelah melakukan inovasi dan komitmen yang kuat, di 2020 SAKIP nya naik menjadi 71,53. 

Sedangkan indeks SPBE (Sistem pemerintahan berbasis elekstronik) yang tadinya 2,48 (2018) menjadi 3,81 (2020). Kemudian angka stunting Sumedang (2018) sebanyak 32 persen bisa ditekan menjadi 17 persen di 2020.

(Ramananda)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar