Keluarga Besar PII Jateng Gelar Musyawarah Wilayah

KBRN, Pekalongan : Guna mempererat silaturahmi dan merencanakan program profitabel di Jawa Tengah, Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Jawa Tengah menyelenggarakan musyawarah wilayah (muswil) bertempat di Pusdiklat Kospin Jasa Pekalongan, Sabtu (22/1/2022). 

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran KB PII di Kota Pekalongan yang kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2012, menurutnya KB PII merupakan organisasi yang sangat luar biasa, hal ini dikarenakan dalam organisasi tersebut tidak memandang perbedaan baik dari partai maupun organisasi dakwah manapun, semua bersatu dalam KB PII. 

"Alhamdulillah muswil diselenggarakan di Kota Pekalongan, saya lihat KB PII ini sangat luar biasa, satu organisasi yang memiliki beragaram perbedaan tetapi bersatu di KB PII, mereka tidak membedakan partai merah kuning hijau biru dan lain sebagainya, baik Muhammadiyah ataupun NU mereka tidak peduli, semuanya bersatu di KB-PII ini menurut saya luar biasa," sanjung Wali kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf. 

Dia berharap, muswil KB PII di Kota Pekalongan dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan keputusan sesuai yang diharapkan. 

Sementara itu, Ketua Umum KB PII Pusat, Nasrullah Larada menjelaskan dengan diadakannya muswil KB PII Jawa Tengah dapat menghasilkan program yang implementatif dan aplikatif sehingga dapat berguna serta bermanfaat untuk masyarakat dan umat Islam di Jawa Tengah, terutama untuk Pemuda Pelajar Islam Indonesia. 

"Beberapa wilayah ada sudah ada program Lazisku, lembaga amil zakat dan sodaqoh milik KB PII, lembaga pendidikan dan juga Koperasi dan kita berharap di Jawa Tengah bisa menjadi salah satu pelopor amal usaha dari lembaga amal usaha yang sudah ada, terutama pendidikan dan Lazisku," ujarnya. 

Nasrullah berharap, KB PII dapat menjadi organisasi yang mampu menjadi penengah ketika negara sedang mengalami pembelahan politik yang mengarah kepada SARA, penengah bagi kelompok muslim dan non muslim maupun penengah antar kelompok muslim. 

"Karena Keluarga Besar PII ada di semua organisasi, saya harapkan bisa jadi pemersatu dan sekaligus menjadi mediator umat islam, bangsa, provinsi, kabupaten, maupun kota," pungkasnya. (Miftachudin - Pekalongan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar