FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Pemkab Pekalongan Butuh Penambahan Excavator

KBRN, Pekalongan : Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pekalongan tiap tahun. Apablila daerah mengalami bencana alam termasuk kategori darurat, maka bisa mengajukan bantuan khusus dari Pemerintah Pusat. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM saat memimpin Rapat Dinas di Taman Boulevard Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan, Rabu (26/1/2022).

"Di awal tahun 2022, masalah yang kami hadapi adalah banjir dan tanah longsor. Dengan situasi seperti ini, menurut saya daerah ini bisa dijadikan status darurat, karena hampir setiap tahunnya ada kejadian longsor dan jembatan putus. Kalau memang sudah ada status darurat, bisa langsung ke pusat  mengajukan agar mendapat bantuan,” tutur Fadia.

Fadia memberikan arahan agar Pemkab Pekalongan membeli alat berat excavator  kecil. Ini sebagai antisipasi dan solusi jika ada musibah yang menimpa. “Kami baru punya 2 alat berat excavator, sedangkan 4 daerah berpotensi rawan bencana alam, dan alat stanbykan di daerah yang paling rawan, hingga perlu penambahan alat berat tersebut, “ tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati H Riswadi SH menerangkan bahwa  Kabupaten Pekalongan  memang ada daerah yang selalu mengalami bencana alam tiap tahunnya, yaitu di Kecamatan Lebakbarang, Kandangserang dan Petungkriyono. Longsor terjadi karena intensitas hujan tinggi, lalu daya tampung saluran tidak mampu, akhirnya menimbulkan genangan dan longsor. 

“Kami diskusi dengan Bupati, bagaimana tahun depan di perubahan, diberi anggaran khusus untuk 3 kecamatan yang disiapkan alat berat yang sesuai dengaan infrastruktur jalan yang sama. Kerja alat berat ini 12 bulan dalam 1 tahun. Mereka walau tidak hujan, membuat ilen-ilen terus. Saya rasa itu upaya pertama,” terang Riswadi.

Selain itu sebagai langkah preventif, Riswadi menyampaikan pemberian edukasi kepada masyarakat daerah tersebut juga penting akan tangga bencana. “Ketika Mensos berkunjung kemarin, Beliau menduga penyebab longsor karena adanya loging. ALat ukurnya adalah adanya dahan-dahan pohon yang sudah lapuh berceceran. Jadi hal ini perlu koordinasi dengan Perhutani,” jelasnya.

Dikatakan pula pihaknya  mengusulkan kepada dinas terkait menganggarkan untuk tahun berikutnya minimal ekscavator dengan fisik kecil. Alasannya bisa masuk gang, terjangkau  dan berkerja 12 bulan dalam 1 tahun. 

Sementara itu Sekda M Yulian Akbar SSos MSi  mengatakan dalam menyikapi bencana alam yang cukup intens  terjadi tiap awal tahun, seluruh pihak telah siap siaga. “Saya kira dari BPBD, Dinsos, DPU, telah  siap 24 jam dalam hal penanganan bencana,” tegas Yulian

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo  pada rapat dinas ini menyampaikan laporan evaluasi dan persiapan penanggulangan bencana longsor dan banjir di kabupaten Pekalongan.  “ Kami laporkan kejadian bencana besar pada  Rabu, 19 januari 2022. Penyebab bencana banjir dan longsor yaitu curah hujan yang sangat tinggi di wilayah kabupaten Pekalongan sehingga  menyebabkan genangan air tebing longsor dan aliran air sungai Sengkarang meluap ke permukiman. Lokasi-lokasi yang terdampak longsor yang terparah, jalan kabupaten Doro-Petung, ada di beberapa titik dan menyebabkan beberapa jembatan perlu perbaikan. Kemudian jalan kabupaten Karanganyar Lebakbarang, lokasinya juga beberapa titik dan lumayan besar longsorannya sehingga 2 lokasi longsoran tersebut membutuhkan dukungan  alat berat,” papar Budi.

Untuk lokasi  banjir, Budi melaporkan setidaknya ada 15 desa dan kelurahan, 2135 rumah terdampak yaitu di kecamatan Wonopringgo, Kedungwuni, Tirto, Wonokerto dan Karangnyar. Namun air banjir malam itu segera surut, dan dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Untuk langkah awal yang sudah dilaksanakan, Budi memaparkan, pertama melakukan kordinasi dengan jajran terkait, yaitu desa/ kecamatan/ OPD kabupaten/ Provinsi/ TNI Polri, relawan untuk melakukan kerja bakti dan penanganan dengan alat berat. Kemudian melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terdampak banjir, yaitu di kelurahan Kedungwuni  timur. Kemudian melakukan gotong royong penanganan darurat tanggul di desa Pesanggrahan dan Mulyorejo. Selanjutnya pemberikan bantuan logistic kepada masyarakat terdampak. 

“Terakhir, saran untuk penanganan banjir kedepan, kegiatan normalisasi saluran drainase di pemukiman khususnya di daerah utara, normalisassi sungai dan penguatan tanggul-tanggul sungai yang sudah kritis, pembangunan rumah pompa di kecamatan Tirto dan Siwalan, penutupan sungai Meduri serta pembangunan rumah pompanya.(Miftachudin - Pekalongan).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar