Eti Nulia Ketua Perguruan Pencak Silat Bambu Kuning Kendal

 

KBRN, Kendal : Eti Nulia Sawitri terpilih sebagai Ketua Perguruan Silat Bambu Kuning Kendal dalam acara Musyawarah Besar di Tirto Arum Baru Minggu (3/7/2022). Dalam pemilihan voting, Eti meraih 35 suara mengungguli Maskuri yang hanya mendapat 7 suara.

Eti Naulia Sawitri mengatakan, akan segera melaksanakan  konsolidasi internal dan peningkatan kapasitas anggota. Dengan demikian diharapkan bisa mencetak atlit berprestasi yang lebih banyak lagi. "Selain membenahi organisasi, juga meningkatkan prestasi," katanya.

Selain itu, juga akan  memperluas jaringan dengan membuka cabang-cabang baru di luar Kendal. Dan yang terpenting akan merangkul generasi millenial. "Kami akan mengajak generasi muda tertarik untuk ikut melestarikan pencak silat, khususnya seni bela diri silat asli Kendal ini," ujarnya.

   

Perguruan Silat Bambu Kuning berdiri sejak tahun 1981. Seni bela diri pencak silat asli Kendal ini terus berkembang. Kini mulai berbenah dan menggerakkan organisasi untuk lebih maju.  

Guru Besar dan Pendiri Perguruan Silat Bambu Kuning,  Zaenal Arifin mengatakan perguruan silat ini sudah 40 tahun berdiri dan 8 kali melakukan reorganisasi. Kini mulai dibenahi dan menggerakkan organisasi supaya lebih maju dan mengikuti perkembangan zaman.

“Perguruan silat ini didirikan di Kelurahan Bandengan Kendal 40 tahun silam dan hingga sekarang sudah 8 kali reorganisasi. Perguruan Silat Bambu Kuning juga sudah mendapatkan Surat Keputusan dari IPSI Kendal tahun 1983 dan kini dibenahi seiring perkembangan zaman,” jelasnya saat memberikan arahan di Musyawarah Besar Perguruan Silat Bambu Kuning ini.

Zaenal mengatakan, generasi muda dan pendekar muda sebagai ujung tombak harus mau maju untuk meneruskan seni bela diri asli Kendal ini. Ia berharap, pengurus yang baru nanti bisa mengejar kekurangan yang selama ini ada.  Untuk itu, ia berpesan agar tidak keliru memilih pengurus harian. "Pesan saya, Perguruan Silat Bambu Kuning  yang sedang membangun padepokan, agar segera diteruskan,” imbuhnya.

Zaenal menambahkan hingga kini sudah ada 700 pendekar muda dan anggota yang aktif. Namun agar didata kembali, sehingga kedepannya akan berkembang menjadi seni bela diri asli Kendal yang lebih baik.

“Sebagai guru besar, saya terus memberikan  motivasi untuk meningkatkan prestasi, sehingga harus bergerilya ke seluruh tingkatan dari tingkat dasar. Saat ini sudah membuka di Pemalang dan Demak, dan kita akan aktifkan di kampung-kampung agar seni bela diri ini menjadi kebanggaan masyarakat Kendal,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kendal, Moch Arfani mengatakan, Perguruan Silat Bambu Kuning Kendal mempunyai prestasi yang baik dan sempat menjadi juara umum di Kabupaten Kendal. “Saya melihat perguruan silat ini adalah organisasi yang sehat karena mampu menyelenggarakan evaluasi dan melakukan penyegaran kepengurusan. Semoga dengan musyawarah besar ini semakin kuat sehingga mampu menghasilkan atlet yang baik,” tegasnya.

Foto : 

Musyawarah Besar Perguruan Pencak Silat Bambu Kuning Kendal 

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar