Puskesmas Tempat Untuk Deteksi Dini Penyakit Menular Bagi Calon Pengantin

KBRN, Kudus : Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengandalkan Puskesmas sebagai garda terdepan dalam melakukan deteksi dini terhadap setiap calon pengantin bebas dari penyakit menular, terutama HIV/AIDS yang kasusnya tergolong banyak.

"Temuan kasus HIV/AIDS di Kudus memang banyak, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dengan melakukan deteksi dini sebanyak-banyaknya," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Nuryanto ditemui usai seminar Hari Aids sedunia di Hotel @Hom Kudus, Selasa (23/11/2021).

Salah satunya, kata dia, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap setiap calon pengantin melalui Puskesmas dengan menggandeng Kantor Kementerian Agama.

Ia mengakui sudah ada komunikasi dengan Kementerian Agama Kudus, sehingga saat ini sudah banyak Puskesmas yang sudah melaksanakan screening kesehatan terhadap setiap calon pengantin.

Di antaranya, Puskesmas Jati, Jekulo, Gondosari, Dawe dan beberapa Puskesmas lain sudah melaksanakan screening calon pengantin.

"Ada tripel eliminasi yang disasar, yakni mengurangi penularan HIV, sifillis, dan hepatitis B. Sehingga calon pengantin yang hendak membina rumah tangga benar-benar siap dalam kondisi sehat serta tidak ada beban dari keduanya," ujarnya.

Puskesmas juga akan memberikan edukasi tentang pola hidup sehat dan tata cara penanganan penyakit sehingga dampaknya bisa diminimalkan.

Sementara seminar yang digelar hari ini (23/11), juga rangkaian kegiatan dalam rangka Hari AIDS setelah sebelumnya menghadirkan masyarakat umum, kali ini menghadirkan para bidan desa dengan harapan mereka juga memiliki pemahaman tentang pelaksanaan kegiatan preventif penanganan kasus HIV di masyarakat.

Nara sumber yang dihadirkan, mulai dari dokter anak hingga dokter kandungan untuk mencegah penularan HIV terhadap bayi yang dilahirkan maupun penanganan terhadap anak yang tertular HIV dari orang tuanya.

"Informasi yang sekiranya memang baru tentunya perlu disampaikan sehingga kasus HIV di Kudus bisa ditekan. Kami juga butuh dukungan masyarakat untuk bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan dan bagi yang tertular virus mematikan tersebut harus mau membuka diri menerima pengobatan agar harapan hidupnya lebih panjang," tandas Nuryanto. (Roy Kusuma)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar