Dikukuhkan Sebagai Profesor, Ini Profil Nanik dan Haryani

KBRN, Semarang : Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali mengukuhkan dua profesor baru. Keduanya ialah Prof Dr Nanik Wijayati MSi sebagai guru besar Bidang Ilmu Kimia Organik dan Prof  Dr Sri Haryani MSi sebagai guru besar Bidang Pendidikan Kimia.

Pengukuhan oleh Rektor Unnes Prof  Dr Fathur Rokhman dilaksanakan di auditorium kampus Sekaran secara Daring dan Luring terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat pada Rabu (27/10/2021).

Prof  Dr Nanik Wijayati MSi menyampaikan  orasi ilmiah berjudul “Derivatisasi ɑ-pinena dari Minyak Terpenting sebagai Bahan Baku Industri Parfum" sedangkan  Prof  Dr Sri Haryani MSi menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Integrasi Keterampilan Abad 21 dalam Mendesain Perangkat Pembelajaran Kimia".

Prof  Dr Nanik Wijayati MSi

Nanik memiliki komitmen dalam pengembangan keilmuan   pada  bidang Kimia Organik. Kecintaannya pada bidang studi kimia sudah  tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah atas di SMA N 1 Blora. Bertekad mendalami keilmuannya, perempuan pehobi travelling dan membaca ini memutuskan merantau ke Semarang untuk meniti jenjang  pendidikan sarjana pada Program studi  Pendidikan Kimia FPMIPA  IKIP Semarang kala itu, kampus yang bermetamorfose menjadi  Unnes.

Pada tahun 1996 Prof  Nanik  memulai kariernya sebagai Dosen Kimia  FMIPA Unnes dan terus mengembangan keilmuan.  Tak berhenti disana, perempuan kelahiran Blora 52 tahun silam dari pasangan Alm Bapak Soediman dan Ibu Supadmi terus memperdalam  keilmuannya pada jenjang magister dan doktoralnya di bidang studi kimia FMIPA Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. 

Istri dari Dr Anang Budi Utomo dan ibu dari Tyara Mustika serta Alfian Akbar  merupakan sosok berprestasi. Terbukti Prof Nanik selalu menjadi juara kelas dan menjadi wisudawan terbaik. Ia juga pernah didaulat sebagai pemakalah terbaik hasil-hasil penelitian, memperoleh DIKTI DRPM pada tahun 2006, dan menjadi Academic Leader Berprestasi 1 Unnes pada tahun 2017.  Sosok professor ini pernah menduduki jabatan ketua Jurusan Kimia Fakultas Ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam, dan  jabatan non struktural sebagai pembina Unnes student entrepreneurship Centre, tim akselerasi prestasi mahasiswa Unnes dan saat ini ia merupakan staf Ahli Rektor bidang kemahasiswaan Unnes.

Dalam menjalankan sumpah Tri Darma Perguruan Tinggi,selain aktif mengajar, Prof Nanik dikenal sebagai sosok akademisi produktif karya. Dalam 5 tahun terakhir, total  15 artikel penelitian telah diselesaikan dan berhasil diterbitkan dalam jurnal yang terindeks scopus dan sinta. Tercatat sebanyak 8 kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah diselesaikan. Selain itu, tak hanya menjadi pemakalah dalam negeri, Prof Nanik juga pernah menjadi pemakalah dalam 9 forum seminar internasional di berbagai negara diantaranya Vietnam, Hongkong, Thailand,  Prancis, UK, China, Korea, Taiwan dan yang terakhir di Perth, Australia pada tahun 2019.

Buah pemikirannya telah Ia sarikan dalam 4 buah buku yang ditulis dalam 5 tahun terakhir, paling mutakhir adalah Modul Digital Kimia Organik. Kecintaannya terhadap ilmu kimia membawanya meraih gelar profesor dalam Bidang Kimia Organik. Penelitiannya berfokus pada isolasi dan derivatisasi minyak atsiri, khususnya minyak terpenting yang berguna  untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, industri perekat dan  pelarut lilin, industri kimia dan farmasi.

Baginya, ilmu kimia organik bukan sekadar ilmu pengetahuan semata, melainkan ilmu untuk memaknai dan mempelajari kehidupan. Kimia organik menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Prof  Dr Sri Haryani MSi

Sri Haryani merupakan figur alumni sarjana Pendidikan Kimia IKIP Semarang pada tahun 1982.  Dia bertekad terus mendalami ilmu kimia dengan menempuh pendidikan strata 2 di Universitas Gajah Mada pada bidang ilmu Kimia Analitik pada tahun 1994 dan pada tahun 2011, Ia berhasil memperoleh gelar Doktornya di Universitas Pendidikan Indonesia dengan mengusung disertasi berjudul Pengembangan Model Praktikum Kimia Analitik Instrumen Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Metakognisi Mahasiswa Calon Guru.

Guru Besar Fakultas Matamatika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang ini lahir di Temanggung 08 Agustus 1958 dari pasangan Alm. Bapak Muchamad dan Alm. Ibu Sumarti. Sepanjang 38 tahun kariernya sebagai sosok akademisi, kualitas akademiknya tidak diragukan lagi. Terbukti Prof Sri Haryani dipercaya mengampu mata kuliah di program S1, S2 dan S3. Mata kuliah yang diampu diantaranya Metode Penelitian Kependidikan, Kimia Kuantitatif, Perencanaan Pembelajaran Kimia, Strategi Pembelajaran Kimia, Pembelajaran Mikro, Telaah Kurikulum, Dasar Kimia Instrumen dan Praktikumnya, Dasar Kimia Analitik dan Praktikumnya, Teori Belajar dan  Pembelajaran Bermakna.

Istri dari Drs Sugiyo (Alm) dan Ibu dari Muhammad Haryoko, Tak hanya berperan sebagai pendidik, Prof Sri Haryani merupakan sosok peneliti andal dan kritis. Total 25 artikel penelitian telah diselesaikan dan berhasil diterbitkan dalam jurnal yang terindeks scopus dan sinta dalam 5 tahun terakhir. Ia juga giat menulis buku dan telah menerbitkan 9 judul buku dengan 4 diantaranya telah memperoleh Hak paten. Tak terhitung seberapa banyak Prof Sri Haryani menjadi pemakalah dalam forum ilmiah nasional maupun internasional.

Dalam melaksanakan kewajiban sumpah Tri Dharma Perguruan tinggi, tercatat sebanyak 9 pengabdian masyarakat telah diselesaikan dalam 5 tahun terakhir.

Figur akademisi dan peneliti tersebut turut aktif dalam organisasi profesi. Ia merupakan anggota dari Himpunan Pendidikan IPA Indonesia (PP II), Himpunan Kimia Indonesia  (HKI), dan Himpunan Kimia Indonesia  (HKI).

Bagi Profesor yang asyik menimang tiga cucunya ini, pencapaian yang telah diraih tak lepas dari dukungan keluarga khususnya dan seluruh civitas akademika jurusan kimia UNNES. Konsistensi dan Kecintaannya terhadap kajian bidang pendidikan kimia inilah yang mengantarkannya memperoleh gelar tertinggi dibidang pendidikan. Hingga saat ini, Prof Sri Haryani tetap eksis untuk berkarya dan menginspirasi. Buah Karya dan pemikirannya menjadi bukti dedikasinya untuk UNNES dan Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar