Sekolah Harus Bebas Dari Bullying

KBRN, Kudus : Sosialisasi sekolah ramah anak digelar di gedung PBG selama dua hari, Selasa – Rabu (23-24/11/2021). Kegiatan yang dihelat Disdikpora Kudus ini merupakan program dari pusat, serta mengundang 60 SD negeri/swasta serta SMP negeri/swasta. Acara ini sebagai bentuk penekanan kepada sekolah agar terbebas dari kasus bullying. Baik bullying yang dilakukan oleh siswa, guru maupun orang tua.

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus, Moh Zubaedi mengatakan ini adalah tindak lanjut dari program pusat. Harapannya, sekolah ramah untuk anak. Tidak ada kasus bullying dan kekerasan pada anak. Baik yang dilakukan oleh sesama siswa, pendidik, dan nonpendidik maupun orang tua. Dengan demikian, anak dapat nyaman saat bersekolah sehingga sekolah menjadi ramah terhadap anak.

“Setelah acara ini, sekolah harus menindaklanjuti yakni dengan mengumpulkan para guru. Materi yang kami sampaikan ini nantinya harus disampaikan kepada para guru. Biar para guru tahu batasan – batasan bullying. Apalagi ditingkat SMP yang banyak siswanya, tentunya rawan kasus bullying,” kata Zubaedi, Rabu (24/11/2021).

Ditegaskan, ada ancaman pidana dan denda bagi pelaku bullying dan kekerasan pada anak. Nantinya disekolah juga ada MoU antara sekolah dengan siswa serta sekolah dengan orang tua siswa supaya tidak terjadi bullying atau bersama – sama stop bullying disekolah.

Diakuinya, pihaknya juga sudah memetakan sekolah – sekolah yang rawan terjadinya bullying. Khususnya adalah sekolah swasta yang memiliki siswa dengan jumlah cukup besar. Ini menjadi perhatian agar tidak ada kasus bullying di Kudus yang terjadi disekolah. (Roy Kusuma)

      

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar