Mahasiswa KKN Berbagai Kampus Beri Masukan ke Pemkab Blora

Sejumlah mahasiswa saat memberi masukan ke Pemkab Blora.jpg

KBRN, Blora : Sejumlah mahasiswa KKN dari berbagai kampus di Jawa memberi masukan ke Pemkab Blora terkait persoalan stunting, kemiskinan, dan pemasaran UMKM di kota sate.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, menyatakan,  apa yang menjadi masukan dari para  mahasiswa yang saat ini tengah KKN di Blora,  baik dari  UNY, Unisnu Jepara, dan Universitas Diponegoro, akan diserap dan  menjadi bahan pertimbangan. 

Amin, mahasiswa KKN dari Unisnu Jepara menyampaikan, persoalan stunting di Blora yang tak kalah penting adalah kaitannya  data yang valid. Menurutnya, data stunting maupun data kemiskinan di tingkat desa perlu untuk disinkronkan.

“Kegiatan pencegahan stunting kita adakan, pelatihan pembuatan makanan berbahan kelor, kita lakukan pendampingan dan sosialisasi pencegahan stunting dengan menggandeng posyandu remaja dan duta genre kecamatan,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurutnya, ia dan teman-teman mahasiswa lainnya  juga melakukan pelatihan pendampingan UMKM hingga pelatihan digital marketing kepada para pelaku UMKM yang ada di desanya.Diungkapkan, persoalan UMKM di Blora tantangan yang dihadapi adalah  perlu adanya dorongan lebih agar para pelaku UMKM untuk akrab dengan pemasaran secara digital, memanfaatkan marketplace.

Senada dengab hal tersebut, Aldi, perwakilan mahasiswa  UNY juga mengatakan,  bahwa beberapa pelaku UMKM yang ada masih perlu dorongan untuk pengembangan ke arah pemasaran digital.

“Ada beberapa masyarakat yang belum terbuka sepenuhnya dengan program-program kita untuk pengembangan ini.  Dari dosen pembimbing memang mengharapkan kami kaitannya untuk promosi UMKM, menuju digital," papar mahasiswa jurusan Teknologi Informasi tersebut.

Meski demikian, pihaknya akan terus intens berkomunikasi dan mengedukasi kepada para pelaku UMKM agar nantinya bisa memanfaatkan peluang dari pemasaran digital.

Terkait stunting, imbuh Aldi, kelompoknya juga berencana untuk mengembangkan aplikasi yang nantinya dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Sementara itu, Dimas, perwakilan mahasiswa KKN UNDIP menuturkan, salah satu program yang difokuskan berkaitan dengan stunting.

"Program kami berupaya membantu mencegah maupun menurunkan stunting,stelah saya survei ke beberapa posyandu, masih banyak ibu-ibu yang belum paham terkait stunting. Saran saya mungkin edukasi bagaimana untuk mencegah dan dampak stunting pada anak-anak seperti apa untuk bisa terus digencarkan," ujarnya.

Persoalan lain yang disampikan para mahasiswa KKN,  akses sinyal baik telepon seluler maupun internet dapat menjangkau hingga desa-desa pelosok di Blora. Termasuk memberi beberapa masukan terkait dengan akses infrastruktur jalan, hingga air bersih. 

Menanggapi berbagai masukan dari para mahasiwa Wakil Bupati yang akrab disap Etik mengungkapkan, hasil evaluasi dan diskusi agar  disampaikan juga ke dosen pembimbing lapangan masing-masing.

Dengan demikian  efeknya masyarakat dan kampus bisa mendapatkan hasil yang diharapkan."Masukan dari adik-adik KKN yang ada di desa-desa ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk evaluasi kami kedepannya," ucapnya. (Ramananda) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar