Penjelasan Kepala BMKG Banjarnegara  Soal Gempa Salatiga dan Sekitarnya

KBRN, Semarang : Stasiun BMKG Banjarnegara mencatat sudah ada 33 kali gempa di jalur cesar gunung merapi dan merbabu per tanggal 24 oktober 2021 pukul 13.30. Meski terjadi puluhan kali, namun dinilai tidak berbahaya.

“Fenomena gempa yang terjadi di sekitar Salatiga dan Ambarawa merupakan hal yang wajar, bahkan pernah terjadi di era colonial belanda tahun 1865. Hal itu tercatat dalam dokumentasi milik Stasiun BMKG Banjarnegara, kata Kepala Stasiun BMKG Banjarnegara, Setyo Aji, saat dihubungi RRI, Minggu (24/10/2021).

Ia menjelaskan sampai minggu siang sudah terjadi 33 kali gempa dilokasi sekitar Salatiga dan Ambarawa. Adapun karakteristiknya, gempa kecil dan dangkal, terklasterm sering dalam waktu berdekatan.

“Lokasinya berada di sekitar jalur cesar Merapi Merbabu Telomoyo dan Rawa Pening. Terkonsetrasi disana paling besar kekuatan gempanya 3,5 SR. Dari analisa kami kegempaan ini dipicu aktifitas cesar di sana. Biasanya daerah yang dilalui cesar akif memang sering terjadi gempa,” sebutnya.

Menurutnya hal ini wajar terjadi mengingat wilayah tersebut merupakan jalur aktif cesar gunung merapi dan merbabu. Masyarakat pun dimintanya tidak khawatir mengenai aktifitas gempa ini.

“Masyarakat tidak usah panic, kita pantau terus seismografnya. Pergerakan gempa akan kita sampaikan ke BPBD. Kalau ada kerusakan yang berarti dirumah silahkan mengungsi, selain itu tidak ada ya berjalan normal saja,” jelasnya. 

Disisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan telah berkordinasi dengan Bupati Semarang dan Wali Kota Salatiga untuk kondisi kedaruratan. Dari penjelasan kedua kepala daerah ini, sudah dibuatkan tenda darurat dan meminta apel siaga menghadapi potensi bencana.

“Saya sudah kontak kepala daerahnya, saya minta antisipasi tidak hanya gempa, melainkan juga potensi longsor. Apalagi informasi dari BMKG Jawa Tengah akan mengalami curah hujan yang tinggi awal bulan November,” terang Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur juga mengingatkan untuk wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan agar lebih waspada dampak dari El Nina, curah hujan tinggi. Seperti pegunungan tengah yakni Wonosobo, Temanggung, purworejo, Purbalingga, Banyumas hingga Cilacap yang merupakan wilayah rawan longsor.

“Silahkan download aplikasi cuaca BMKG. Apalagi bagi warga yang tinggal dirawan bencana harus diberi banyak pelatihan evakuasi jika terjadi bencana sebagai langkah mitigasi,”tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar