Sungai Dangkal dan Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir

KBRN, Pati : Banjir sejumlah desa di Kabupaten Pati terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan kondisi sungai yang dangkal, karena tidak ada normalisasi oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Banjir di sejumlah desa di Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir ini, akibat luapan sungai yang tidak lagi mampu menampung volume air. Ratusan rumah tinggal, ratusan hektare tanaman padi, serta fasilitas umum sempat terendam air beberapa saat.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, sungai-sungai, anakan sungai yang ada di Kabupaten Pati, sebagian besar menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Untuk menormalisasi sungai, Pemerintah Kabupaten Pati harus meminta izin ke BBWS.

“Kalau ini ditangani BBWS semua pasti tidak mampu, bahkan sampai sekarang belum ada pelimpahan sungai, termasuk Sungai Juwana, serta Sungai Kedung Lo yang membuat bajir Sungai Juwana, kemudian Sungai Mbapoh , hampir semua menjadi kewenagan BBWS,” katanya usai mengikuti upacara virtual Hari Korpri di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (29/11/2021).

Selama ini untuk memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol akibat banjir, kata Bupati Haryanto justru Pemkab Pati mengerahkan relawan dan alat berat ke lokasi untuk membantu pemulihan tanggul. Sementara untuk normalisasi secara keseluruhan pemkab tidak mampu karena kewenangan pusat. Dan banjir yang terjadi pada Kamis hingga Sabtu (25 – 27/11/2021), akibat tersumbatnya aliran-aliran air atau sungai-sungai oleh tumpukan sampah.

“Hujan itukan datangnya mendadak, tidak seperti dulu ada labuhan, kemudian ada warning. Kalau sekarang tidak ada, seperti kemarin hujan seharian, kemudian Tambakroo, Jakenan, Gabus, Margorejo, Pucakwangi, Winong dan Kecamatan Kayen banjir. Tapi itu sudah selesai, tinggal menggenang di sawah-sawah,” jelasnya.

Bupati Haryanto berharap, warga masyarakatnya untuk tidak membuang sampah, seperti potongan kayu, batang pisang, atau rumpun bambu ke dalam sungai. (Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar