800 Ratus Nasi Bungkus Tiap Hari Didistribusikan Bagi Warga Terdampak Rob Di Ketapang Pemalang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Sugiyanto Rabu (25/5/2022) saat meninjau lokasi banjir di Desa Ketapang Kecamatan Ulujami.

KBRN, Pemalang: Pemerintah Kabupaten Pemalang mendirikan posko dan dapur umum di beberapa desa lokasi banjir rob. Dapur umum didirikan untuk membantu suplai makanan bagi warga yang terkena musibah. Demikian disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Sugiyanto saat meninjau lokasi banjir di Desa Ketapang Kecamatan Ulujami.

Terjadinya banjir rob yang melanda disejumlah desa di Kecamatan Ulujami kata Sugiyanto adalah akibat dari cuaca ekstrem yang sedang melanda di sebagian wilayah Kabupaten Pemalang dan beberapa daerah di pesisir pulau Jawa khususnya Jawa Tengah Dampak rob di Pemalang mulai masuk ke perkampungan yakni di wilayah Kecamatan Ulujami Pantura

Dikutirp Jumat (27/5/2022) Sugiyanto mengatakan rob terjadi dari Desa Pesantren sampai dengan Tasikrejjo tapi yang cukup meprihatinkan di Pesantren dan Ketapang. Akibat rob tersebut ada warga yang sudah mengungsi namun jumlahnya Itdak banyak. Saat ini mereka masih bertahan di rumahnya masing-masing.

Untuk menanggulangi bencana alam tersebut pihaknya telah mengambil langkah-langkah antisipasi. diantaranya dengan membentuk sejumlah posko dan dapur umum. Untuk persediaan logistik menurut Sugiyanto saat ini masih cukup namun kebelakang perlu antisipasi. Terkait dapur umum sudah dimulai sejak hari selasa kemarin sampai dengan banjir rob berakhir. Sugiyanto mengungkapkan, khusus untuk Desa Ketapang, setiap harinya ada sekitar delapan ratus nasi bungkus yang didistribusikan.

Sugiyanto menjelaskan diwilayah pantura Ulujami ada empat dapur umum. Pertama di Balai Desa Ketapang dapur umum ditangani oleh BPBD. Kedua di Desa Pesantren ditangani PMI, ketiga di Desa Kaliprau ditangani Dinsos KBPP pelaksananya dari tagana dan yang Keempat di Desa Blendung ditangani BUMDes Ulujami. Sugiyanto mengungkapkan, khusus untuk Desa Ketapang, setiap harinya ada sekitar delapan ratus nasi bungkus yang didistribusikan.

Terkait bantuan yang dikirim untuk masyarakat Ketapang yang saat ini tengah ditimpa musibah banjir rob, Kepala Desa Ketapang Sutopo menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pemalang, Lembaga, Organisasi masyarakat dan kepada semua pihak yang sudah peduli, berpartisipasi membantu masyarakat dan Pemdes Ketapang.

Untuk distribusinya, lanjut Sutopo, makanan dari dapur umum didistribusikan menggunakan mobil siaga. Setelah sampai di jembatan perbatasan antara Blendung-Ketapang, distribusi makanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan prahu karet milik BPBD 

“Tanpa prahu kami kesulitan karena jalan yang dilewati kedalamannya mencapai 80 sentimeter “. ujarnya.

Karena Ketapang merupakan desa yang langsung berbatasan dengan laut, kata Sutopo Ketapang menjadi desa terparah di Kecamatan Ulujami yang terkena dampak banjir rob. Menurut Sutopo, ada tiga RW yang terdampak dengan genangan air tertinggi yakni mencapai 80 sentimeter. Akibatnya sebagian dari warga Ketapang ada yang mengungsi  ke desa-desa tetangga seperti Kertosari, Blendung, Pamutih, Limbangan dan ke RW lain.

Sutopo berharap musibah banjir rob tidak akan berlangsung lama karena ekonomi masyarakat Ketapang lumpuh total. Meski demikian, pihaknya juga kembali berharap agar bantuan jangan sampai berhenti sebelum musibah rob berakhir. Karena menurut Sutopo, masyarakat ketapang yang matapencaharian kebanyakan sebagai nelayan petani tambak dan udang semua lumpuh total dan kerugian akibat rob,, pihaknya belum bisa menaksir.

” Jadi tambak-tambak warga yang terkena musibah rob semua habis. Mudah-mudahan musibah ini segera berlalu “. harapnya.

Agar musibah yang sama tak terulang lagi, Sutopo mengharapkan pemerintah pusat dapat membuat tanggul di bibir pantai.  Menurutnya itu merupakan penanganan yang paling efektif sehingga ketapang ekonominya dapat kembali pulih kembali seperti kondisi sebelum tejadinya musibah rob besar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar