Gelombang Tinggi, Petani Tambak Rugi Miliaran Rupiah

KBRN, Pati : Dampak gelombang tinggi yang melanda kawasan pantai utara di Kabupaten Pati, ternyata menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Selain rumah mereka yang rusak terkena hantaman kerasnya ombak, juga banyak benih dan ikan di tambak yang gagal dipanen.

Pemerintah Kabupaten Pati terus mendata (asesmen) herusakan tanggul pembatas pantai, dan kerugian petani tambak akibat terjangan gelombang tinggi di kawasan pesisir pantai utara Kabupaten Pati.  

Dimintai tanggapannya di pendapa Kabupaten Pati, Jumat (27/5/2022) pagi, Bupati Haryanto mengatakan, telah memerintahkan Camat Dukuhseti, dan sementara warga juga antusias untuk memperbaiki tanggul secara suadaya.

“Kebutuhannya sekitar 50 rit batu, dan itu masyarakat sudah banyak yang suadaya, dan kekurangannya akan kita bantu dari pemerintah,” katanya.

Haryanto menegaskan, bila perbaikan menunggu bantuan pemerintah akan berlangsung agak lama. Sehingga untuk sekarang, menggerakan masyarakat untuk swadaya, dengan pengerjaannya secara gotong royong.

“Yang jelas sekarang ini kondisi sudah landai. Ini sudah kita laporkan ke pemerintah pusat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun provinsi. Kita belum tahu ada tidaknya bantuan, karena tiap tahun kebanjiran itu rata-rata kita mendapat bantuan yang tidak setimpal dari kerugian yang dialami. Karena bantuan itu bentuk empati kita,” katanya.

Dari pendataan semantara kerugian banyak dialami para petani tambak, yang kehilangan bibit maupun ikannya. Ada sekitar ribuan hektar tambak yang terdampak gelombang tinggi yang terjadi pada Senin (23/5/2022).(Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar