Pelajar SMP Ajak Adiknya Bobol Konter Telepon Selular

KBRN, Temanggung :  Seorang pelajar kelas VIII di sebuah sekolah lanjutan pertama nekad berinisial HAS (18) mengajak adiknya yang masih berusia 16 tahun melakukan pencurian di sebuah konter telepon selular di  sekitar Pasar Medono  Dusun Banjansari, Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

“Kedua tersangka ini melakukan aksinya 21 Oktober lalu dengan cara mencongkel  pintu konter telepon selular dengan menggunakan  linggis dan  betel,” kata Wakapolres Temanggung, Kompol Ahmad Ghifar, Senin (29/11/2021).

Ghifar mengatakan, sebelum berhasil mencongkel pintu konter telepon selular tersebut,  GPS mematikan lampu listrik  konter tersebut melalui saklar meteran listrik. Hal itu dilakukan tersangka, agar situasi lokasi menjadi gelap.

Menurutnya, Karena pintu  yang dibuka paksa oleh tersangka GPS tidak berhasil, kemudian tersangka mencoba membuka pintu konter  lainnnya.  Setelah itu, ia  memanggil adiknya untuk ke dalam konter .

Sedangkan tersangka  GPS menunggu sambil mengamati situasi di sekitar konter dari belakang mushola yang ada di seberang konter.

 Setelah berhasil mengambil barang-barang di dalam konter adik tersangka menemui kakaknya dan bermaksud pulang ke rumah.  Namun, adik  tersebut memberitahukan kepada kakaknya  bahwa di dalam ada satu unit televisi.

“Akhirnya, tersangka GPS dan adiknya masuk ke dalam konter dan membawa kabur pesawat televisi itu,” katanya didampingi Kapolsek Pringsurat, Iptu Marimin.

Kapolsek Pringsurat, Iptu Marimin menambahkan, setelah berhasil mengambil sejumlah telepon selular, ratusan paket data telepon selular dan sim card perdana, mereka berdua kembali ke rumahnya di Dusun Krajan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Krangan, Kabupaten Temanggung.

“ Sesampainya di rumah, mereka berdua dirumah memeriksa barang barang yang diambil diantarnya,  uang sebesar Rp 7.500.000, kartu perdana dan voucher paket data telepon selular. Dan sejumlah telepon genggam,” kata Marimin.

Ia menambahkan,  dari hasil curian tersebut terdapat sejumlah telepon genggam yang rusak . Kemudian, tersangka  GPS mengajak adiknya untuk membuang HP yang rusak di Kali Progo.

Marimin menjelaskan,  tersangka GPS saat ini masih mendekam di rutan Mapolres Temanggung untuk penyidikan, sedangkan adik tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Temanggung.

Sementara itu, tersangka GPS mengaku, dirinya nekat mengajak adiknya yang juga masih duduk di bangku sekolah lanjutan pertama karena terbentur masalah ekonomi, yakni orangtuanya tidak mempunyai uang untuk membayar uang kontrakan rumah.

Ia juga mengaku, sebagian telepon genggam curiannya tersebut yang rusak dibuang ke Sungai Progo dan ada juga yang diberikan kepada kakaknya. Selain itu, dua telepon genggam lainnya digunakannya untuk bermain game.

Selain itu, GPS juga mengaku telah berulang kali melakukan pencurian di beberap tempat berbeda seperti di Temanggung, Magelang, Secang dan Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar