Polisi Ringkus Anggota TNI Gadungan

KBRN, Blora : Polsek Todanan Polres Blora berhasil menangkap Sumijan (47) warga Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Pelaku diamankan polisi usai melakukan aksi penipuan dengan mengaku sebagai anggota TNI. 

Kapolsek Todanan AKP Daknyo mengungkapkan, awal terjadinya tindak pidana tersebut pada Rabu 5 Januari 2022 pagi, saat korban duduk didepan rumah tiba-tiba datang pelaku. 

Kepada korban, Sumijan mengaku sebagai anggota Intel Koramil Todanan dan menawarkan 5 ekor kambing kepada korban dengan harga 5.000.00 dengan alasan membutuhkan uang untuk tambahan membeli mobil.

Selanjutnya, keduanya menuju ke kantor Koramil Todanan untuk mengambil kambing.

"Keduanya menuju ke Koramil Todanan, tetapi sebelum sampai di depan kantor Koramil Todanan. Pelaku meminta berhenti di depan pasar Todanan untuk meminta kepada Korban menyerahkan uang pembelian kambing sebesar Rp 5.000.000," katanya. 

Setelah itu, korban diminta oleh pelaku menunggu dipinggir jalan depan kantor Koramil Todanan, selanjutnya pelaku pergi meninggalkan korban dengan alasan mengambil mobil pikap untuk mengangkut 5 ekor kambing kerumah korban.

Setelah korban menunggu sekira 30 menit, pelaku tidak kunjung kembali. Lalu korban bertanya kepada petugas kebersihan yang berada di Koramil Todanan tentang keberadaan 5 ekor kambing tersebut dan ternyata tidak ada kambing di taruh di Koramil Todanan.

"Menyadari telah ditipu selanjutnya korban menuju Polsek Todanan untuk melaporkan kejadian tersebut," ungkapnya. 

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melalukan penyelidikan, kemudian pada hari Kamis, 13 Januari 2022 pukul 07.00 WIB, petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di pasar Kradenan Grobogan. Selanjutnya petugas mengamankan pelaku untuk di bawa ke Polsek. 

Selain mengamankan tersangka petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit Sepeda Motor Merk Suzuki Sky Drive, 1 buah jaket berwarna merah marun berlis hitam, 1 buah celana jeans warna biru dan satu pasang sepatu warna hitam dengan alas putih, yang diduga digunakan sebagai sarana untuk menipu korban.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara," tandasnya. 

(Ramananda) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar