Cemburu, Tiga Orang Keroyok Korban di Penginapan

KBRN, Magelang : Diduga cemburu, karena pacarnya sering berkomunikasi dengan pria lain, DA (31) warga Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang menganiaya terhadap IP (29) warga Desa Mungkid, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

“Tersangka saat melakukan penganiayaan terhadap korban tidak seorang diri, melainkan mengajak dua temannya. Yakni,  AL (25) dan YS (31) keduanya warga Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten  Magelang,”kata Kasatreskrim Polres Magelang, AKP M Alfan Armin, Senin ( 17/1/2022).

Alfan mengatakan, penganiayaan IP tersebut terhadi pada 18 Desember 2021 lalu di sebuah penginapan yang ada di sebuah penginapan yang ada di Dusun Bayanan, Desa Banjarnegoro, Kecamatan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi tersangka DA merasa cemburu karena pacarnya berkomunikasi melalui pesan whatsaps dengan korban. Kemudian, tersangka memancing korban untuk datang ke salah satu penginapan di Desa Banjarnegoro dengan menggunakan telepon milik pacarnya.

“Korban mengira yang menghubunginya tersebut teman dekatnya, tetapi tersangka DA yang menggunakan telepon milik pacarnya dan korban menurutinya datang ke penginapan tersebut,”katanya.

Ia menambahkan, saat korban tiba di penginapan tersebut  dan bertemu dengan wanita teman dekatnya itu, langsung disambut dengan sabetan pedang yang telah disiapkan oleh tersangka DA. Selain itu, dua teman tersangka, yakni AL dan YS ikut menganiaya korban dengan memukulinya. Akibat sabetan pedang tersebut, korban DA mengalami luka-luka di bagian kepala dan tulang hidung patah, selain itu beberapa bagian tubuh korban mengalami lebam akibat pukulan.   

“Dalam keadaan terluka, korban  langsung  melarikan diri dan menghubungi temannya untuk mengantar ke rumah sakit. Keesokan harinya, korban melaporkan kejadian pengeroyokan  tersebut ke Polsek Martoyudan,” kata Alfan.

Alfan menjelaskan, setelah mendapatkan laporan penganiayaan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyeledikan. Dan, akhirnya pada 3 Januari 2022 lalu, pihaknya berhasil menangkap tersangka DA di sebuah apartemen  yang ada di Kota Jogjakarta. Sementara dua tersangka lain, yakni AL dan YS ditangkap di rumahnya  yang ada di Kecamatan Kaliangkrik.

“Dua dari tersangka ini merupakan seorang residivis, tersangka DA pernah dihukum dalam kasus penggelapan. Sedangkan, tersangka AL  pernah dihukum dalam kasus penganiayaan,”ujarnya.

Tersangka DA mengaku , dirinya terpaksa  menganiaya korban karena merasa kesal,. Sebab,  korban sering mengirimi gambar-gambar yang tidak senonoh ke Hp milik pacarnya.

Ia juga mengaku, senjata tajam berupa sebilah pedang yang diayunkan ke kepala korban, merupakan pedang milik AL.

“Saya kenal dengan DA saat dipenjara pada tahun 2017 silam. Sedangkan YS, saya tidak kenal, tapi temannya AL,” akunya.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun, karena melanggar pasal pasal 170 ayat 2 KUHP. Dyas

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar