Pengusaha Muda ini Bantah Gelapkan Tanah Tersangka KPR Bank Jateng

KBRN, Blora : Pengusaha muda, Aan Rochayanto membantah telah melakukan penggelapan tanah milik tersangka kasus Kredit Perumahan Rakyat (BPR)  BPD Bank Jateng Cabang Blora Ubaydillah Rouf atau Obed di sejumlah perumahan. Tanah yang dikuasainya tersebut melalui mekanisme yang sah. 

"Pelaporan ini terjadi pada 2021 di Bareskrim Tindak pidana ekonomi khusus. Kasus ini sudah ditangani dan selesai. Dan kami sudah dilakukan pemanggilan dan dimintai keterangan serta digelar konfrontasi antara saya, notaris, dan saudara Obed. Permasalahan sudah selesai dan kami sah pemilik dari tanah karena kami memiliki sertifikat asli yang sudah dibalik nama di BPN, memiliki akta jual beli dan melakukan kewajiban ke negara membayar pajak penjual dan pembeli," kata Aan saat konferensi pers, Selasa (18/1/2022). 

Aan menyebut dengan bukti yang ada, maka tidak ada unsur penggelapan tanah yang ia lakukan. 

"Dan apabila ada pernyataan dari saudara Ubaydillah Rouf mengenai penyerobotan atau pengambilan paksa kelihatannya kami tidak melanggar aturan itu," jelasnya. 

Aan pun mengajak seluruh pihak yang menjadi korban pembelian perumahan, untuk komunikasi mencari jalan keluar terbaik. "Sehingga sama-sama korban bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan kekeluargaan. Karena posisi sama sebagai korban," ungkapnya.

Adapun, tanah yang dimaksud dan sudah dibalik nama atas nama berada di Desa Kamolan terdapat 2 titik, di Kelurahan Kedungjenar terdalat 2 titik, di Kelurahan Tegal Gunung Terdapat 3 titik, kemudian di Kelurahan Karangjati 1 titik. Jika dikalkulasi Nilai asset berupa tanah, mencapai Rp 17 M. 

Sebelumnya, Ubaydillah Rouf melaporkan tiga orang ke Polres Blora atas dugaan penggelapan tanah miliknya. Ketiganya adalah, mantan Kepala Bank Jateng Cabang Blora, Rudatin Pamungkas,  Aan Rochayanto dan Augusteen Janet Kirana Parapak. Obet sendiri saat ini telah ditahan oleh Bareskrim Polri untuk keperluan penyidikan.

(Ramananda) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar