Polres Blora Mulai Usut Dugaan Jual Beli Kios Pasar Wulung

KBRN, Blora : Dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Pasar Kobong Desa Wulung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora mulai ditangani aparat kepolisian. Polisi turun lokasi langsung untuk memintai keterangan sejumlah pedagang. 

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Setyanto mengatakan dugaan pungli itu berkaitan dengan jual beli kios pasar. Ada 55 kios yang sudah terjual. Padahal mestinya kios-kios itu diberikan gratis kepada pedagang. 

"Kami lakukan penyelidikan terkait 55 kios yang masih dalam proses angsur," kata Setyanto saat ditemui wartawan di pasar Kobong, Rabu (26/1/2022). 

Setyanto mengungkapkan dalam penyelidikan ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Sejumlah  barang bukti juga telah diamankan. 

"Kami sudah amankan BB berupa uang muka, angsuran dan identitas dari pemilik toko. Ada 12 orang yang sudah kita mintai keterangan," paparnya. 

Setyanto menyebut dugaan Pungli ini terjadi sejak 2019 lalu pada saat pasar selesai dibangun. Diduga uang hasil pungli tersebut belum disetor ke bendahara pasar. 

"Jadi ini yang masih kita kejar. Karena informasi aliran dana ini yg sudah disetor pihak pengelola belum sampai ke bendahara pasar," ungkapnya. 

Salah satu pedagang, Supriyanto mengaku sejak awal pedagang tidak mengetahui jika kios pasar diberikan gratis oleh pemerintah kabupaten. Padahal ia mengaku sudah membayar uang muka sebesar Rp 22,5 juta. 

"Saya beli Rp 45 juta tapi baru angsur Rp 22,5 juta. Sejak awal ya tidak tahu kalau gratis. Baru tahu itu kemarin Desember setelah ada pegawai dari Blora yang datang," jelasnya. 

Para pedagang menurut Supriyanto tidak menuntut banyak. Mereka hanya meminta agar uang dikembalikan. 

"Pedagang hanya minta satu, uang dikembalikan itu saja. Urusan yang lain itu biar pemerintah Kabupaten," ucapnya. 

(Ramananda) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar