Polres Magelang Ungkap Penjualan Mi Mengandung Formalin

KBRN, Magelang : Jajaran Polres Magelang berhasil mengungkap adanya penjualan mi yang mengandung bahan berbahaya, yakni formalin dan boraks.

“Unit tindak pidana tertentu Satreskrim Polres Magelang mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di Pasar Muntilan menemukan adanya penjual mi basah yang diduga mengandung formalin dan boraks,” kata Kapolres Magelang, AKBP Sajarod Zakun, Kamis (19/5/2022).

Sajarod mengatakan, setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung  penyelidikan dan kemudian menemukan pembuatnya yakni Budiyono (48) warga Perum Tidar Indah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Menurutnya, mi basah yang mengandung formalin tersebut dijual oleh tersangka ke sejumlah pedagang di Pasar Muntilan. Dari pedagang di Pasar Muntilan tersebut, selain dibeli langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, juga dijual ke pedagang keliling.

Sajarod menambahkan, untuk penjualan mi yang mengandung formalin  tersebut, tersangka tidak menjualnya sendiri, melainkan menyuruh orang lain untuk mengedarkan ke sejumlah tempat, termasuk ke para pedagang di Pasat Muntilan.

“Biasanya pelaku mengedarkan mi berformalin tersebut pada malam hari dan menyuruh orang lain dengan menggunakan sarana mobil,” imbuhnya.

Tersangka Budiyono mengaku, dirinya mencampurkan bahan –bahan kimia berbahaya untuk mi basah buatannya tersebut, agar mi buatannya lebih awet. Yakni, bisa awet lebih dari satu hari.

Selain itu, aksi tersebut telah dilakukan sejak tiga tahun lalu dan sempat terhenti karena adanya pandemi Covid-19. Kemudian, sejak Mei 2021 silam dirinya kembali melakukan usaha itu,

Ia juga mengaku, dalam seharinya bisa memroduksi mi basah mencapai 300 kilogram. Sedangkan takaran perbandingan air dengan formalin yang dicampur ke dalam adonan mi tersebut, yakni seperempat  liter formalin dimasukkan ke dalam  200 liter air.

“Sedangkan produksinya, kalau sepi bisa mencapai 75-100 kilogram. Sedangkan, kalau pas ramai bisa 300 kilogram mi basah berformalin,” akunya.

Menurutnya, mi basah yang mengandung formalin tersebut dijual ke sejumlah pedagang di Pasar Muntilan dan sekitarnya dengan harga Rp29.000- Rp 35.000 per kilogramnya.

Ia juga mengaku, mi basah buatannya tersebut dicampuri dengan boraks dan formalin atas saran sejumlah orang agar dicampuri sedikit formalin agar bisa agak awet.

Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara maksimal lima tahun atau denda paling banyak Rp 10 miliar. Karena, melanggar Pasal 136 huruf b UURI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan atau pasal 204 KUHP. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar