Ditreskrimum Polda Jateng Ringkus Pelaku Pembacokan di Nalumsari Jepara

KBRN, Semarang : Ditreskrimum Polda Jawa Tengah mengungkap kasus pengeroyokan disertai pembacokan yang menimbulkan korban jiwa FR (30) di Kabupaten Jepara, Jumat (27/5/2022).

Direskrimum Polda Jateng Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan, kedua tersangka atas nama nama Imam Syafi'i (31) dan Maulana Saputra (20), keduanya warga Desa Ngetuk, Jepara ditangkap di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

“Pelaku atas nama Imam Syafi'i warga Desa Ngetuk terlibat dalam pengeroyokan tersebut, perannya yang membacok korban hingga meninggal dunia. Kemudian  Maulana Saputra memiliki peran merusak kendaraan yang sempat viral di media sosial,” ungkapnya.

“Untuk proses penyidikan kasus saat ini masih berjalan,” imbuhnya.

Kalau kita lihat, lanjut Djuhandani, permasalahan-permasalahan perkelahian antar kampung atau antar desa ini berawal dari minuman keras.

“Perkelahian antar kampung atau antar desa di mana kadang-kadang berawal dari miras. Untuk itu,  kami akan meningkatkan kegiatan-kegiatan rutin untuk mencegah terjadinya hal-hal yang serupa,” katanya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah agar terciptanya kerukunan.

“Kami menegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa kita selaku bangsa Indonesia yang selalu mengedepankan kerukunan, menyelesaikan masalah secara musyawarah. Mohon kiranya itu dilaksanakan,  apabila ada perkelahian antar kampung  secara tegas Kami tidak akan mentolerir,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fatchur Rozi mengungkapkan,  yang mengakibatkan korban FR meninggal akibat luka bacok dileher yang mengakibatkan saluran pernapasan terputus.

“Satu korban yang meninggal dunia ini, dikejar oleh pelaku. Setelah dikejar, korban membalik arah dan melakukan perlawanan namun pelaku ini berhasil menendang kemudian membacok leher sebelah kiri. Setelah terjatuh, kedua kalinya dibacok,” ungkapnya.

“Yang menyebabkan korban meninggal dunia, berdasarkan hasil visum dari RSUD Kartini karena saluran napas dan kerongkongan putus setelah yang menyebabkan karena meninggal dunia,” terangnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar