Sekdes Ajukan Judicial Review Perbup Demak Nomor 11 /2022

KBRN, Semarang : Sejumlah Sekretaris Desa (Sekdes) Kabupaten Demak  yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) hadir ke Pengadilan Negeri Demak. Mereka datang didampingi tim kuasa hukum Karman Sastro & Partner untuk mendaftarkan Judicial Review Peraturan Bupati Demak Nomor 11 Tahun 2022, Jumat (27/5/2022).

Managing Karman Sastro & Partner, Sukarman menuturkan, ada 93 Sekdes yang berstatus PNS di Kabupaten Demak, namun hanya 30 Sekdes yang memberikan kuasa.

“Mereka tetap mensuport Judical Review ini, karena  jika dikabulkan oleh Mahkamah Agung sekdes yang lain juga mendapatkan manfaat,” tuturnya.

Ada dua alasan melakukan JR perbub ini, lanjut Karman, yaitu alasan formil dan alasan materiil.

“Alasan formilnya, Perbub itu dibuat dan disahkan karena tidak mempertimbangkan alasan filosofis, sosiologis dan yuridis. Perbub ini berangkat dari Surat Edaran Mendagri No 141/13552/59 tentang penempatan PNS yang menjabat PNS, bukan dibuat karena mandat Undang-Undang diatasnya. Perda Nomor 8 Tahun 2020 yang menjadi payung daerah untuk mengatur hal ini belum berubah, namun Perbub kok Berubah,” ungkapnya.

“Sedangkan alasan materiil salah satunya adalah ketidaktegasan terhadap mekanisme sanksi terhadap kepala desa yang tidak melantik Sekdes PNS yang pensiun menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Ini jelas bertentangan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2020  dan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Ini yang disebut dengan ketidakpastian hukum yang dialami oleh Sekdes PNS,” lanjutnya.

Pihaknya berharap Bupati Demak untuk patuh dan menghormati proses dalam hukum Judicial Review yang sedang dilakukan. Jangan sampai langsung menerapkan Perbub ini dengan menarik Sekdes PNS ke Organisasi Perangkat Daerah bidang lainnya.

Sementara itu Misbakhul Munir, kuasa hukum lainnya membeberkan, Judiscial Review terdaftar tadi dengan register perkara Nomor 1P/Hum/2022/PN.Dmk.

“Senin menurut informasi dari panitera PN Demak akan di kirim ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Mudah-mudahan pengadilan masih berwarna putih, simbol kesucian untuk mendapatkan keadilan bagi Sekdes,” bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar