Pencabulan Anak Dibawah Umur di Pati, Tersangka Hendak Kabur ke Papua

KBRN, Pati : Kerja sama Tim Resmob Polres Pati dan Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, berhasil menggagalkan upaya pelarian tersangka pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Polisi membekuknya di perairan Alor Kabupaten Alor NTT saat hendak menuju Papua. 

Seperti yang sudah dikantongi Tim Resmob Satreskrim Polres Pati, tersangka pelaku pencabulan anak di bawah umur itu, berinisial PH alias Banyak warga Desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti. Untuk menangkap tersangka yang residivis kasus serupa dan pencurian ini, melibatkan aparat kepolisian lintas daerah.

Saat jumpa pers di aula Sarca Arya Racana Mapolres Pati, Senin (15/8/2022), dan didampingi Wakapolres Kompol Asfauri dan Kasat Reskrim AKP Gala Rimba Doa Sirrang, Kapolres AKBP Christian Tobing mengatakan, untuk menangkap tersangka PH ini, Resmob Polres Pati dan Ditreskrimum Polda Jawa Tengah berkoordinasi dengan Polres Alor.  

“Jadi saat hendak menuju Papua, yang bersangkutan sudah sampai di Perairan Alor, kapal yang kita hentikan dan dilakukan penggeledahan, dan penangkapan di atas kapal. Alhamdulillah tersangka dapat diamankan. Tersangka memang berniat melarikan diri karena mengetahui yang bersangkutan dilaporkan, tersangka bergegas naik ke kapal berangkat ke Papua,” katanya.

Penangkapan terhadap pelaku ini, kata Christian Tobing, dilakukan sejak dua hari lalu atau Sabtu (13/8/2022), dan langsung digelandang ke Mapolres Pati. Penyidik Polres Pati akan menjerat pelaku yang telah melakukan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur ini, dengan pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya paling lama atau maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. 

Tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur berinisial NIM berusia 15 yang dilakukan tersangka PH ini, terjadi sejak pertengahan April hingga 21 Juli 2022. Selama kurun waktu itu, pelaku melakukan tindak pidana itu di rumahnya di Desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti.

Perbuatan tersebut mengakibatkan korban NIM mengalami depresi berat. Polisi langsung membawa korban ke RSUD RAA Soewondo Pati termasuk meminta pendampingan psikolog untuk memulihkan kondisi mentalnya.(Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar