Bawaslu Sragen Usut Pasien RSUD Tak Bisa Nyoblos

Komisioner Bawaslu Sragen saat menggelar Rakor dengan awak media terkait evaluasi pelaksanaan Pilkada Sragen

KBRN, Surakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyoroti kinerja KPU dan KPPS untuk penyangga rumah sakit dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen (9/12) lalu.

Bawaslu menyebut sebagian besar pasien rumah sakit di RS Soehadi Prijonegoro Sragen tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena KPPS tidak datang ke RSUD. 

"Ada beberapa pihak yang menyayangkan sebagian besar pasien di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen tidak diberikan pelayanan secara menyeluruh oleh TPS-TPS berdekatan," ungkap Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi Bawaslu Sragen, Edy Suprapto kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Bahkan kritikan itu sebelumnya juga didampaikan Bupati petahana Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Yuni menganggap KPU Sragen kurang siap melaksanakan pemungutan suara di RS. 

Edy mengatakan, hal tersebut masih menjadi dugaan pelanggaran mengenai pelayanan pemungutan suara di RS.  RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen seharusnya diampu enam TPS terdekat rumah sakit. Yakni TPS 2-7, namun tidak seluruh petugas datang ke RS. 

"Hanya ada dua petugas KPPS dari TPS 3 dan TPS 6 yang mendatangi pasien. Sementara TPS 2, 5, 6 dan 7 tidak datang," bebernya.

Menurut Edy jika ini dalam kesengajaan maka siap-siap KPPS akan menghadapi tuntutan hukum.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar