Sengketa Pilbup Rembang, MK Tolak Permohonan Harno-Bayu

KBRN, Rembang : Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rembang , Harno – Bayu Andriyanto, terkait sengketa Pemilihan Bupati (Pilbup) Rembang. Ketua MK, Anwar Usman Selasa Sore (16/2/2021) membacakan putusan itu dalam sidang yang disiarkan lewat kanal YouTube MK.

Sebelum membacakan putusan, Anwar mempertimbangkan sejumlah kesimpulan, di antaranya eksepsi termohon dan pihak terkait mengenai kewenangan MK tidak beralasan menurut hukum. MK berwenang mengadili permohonan aquo.

Permohonan pemohon diajukan masih tenggang waktu yang ditentukan sesuai peraturan perundang-undangan, eksepsi termohon (KPU) dan pihak terkait (pasangan Abdul Hafidz – Muhammad Hanies Cholil Barro’) mengenai kedudukan hukum pemohon beralasan menurut hukum. 

Pemohon juga tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan aquo, eksepsi lain dari termohon dan pihak terkait tidak dipertimbangkan lebih lanjut. Setelah itu Anwar Usman membacakan amar putusan, bahwa pemohon pasangan calon Harno – Bayu tidak memiliki kedudukan hukum. Dalam pokok perkara, permohonan pemohon tidak dapat diterima.

"Berdasarkan undang- undang tahun 2003 tentang mahkamah konstitusi dan seterusnya, amar keputusan mengadili, dengan eksepsi satu , menyatakan eksepsi termohon dan pihak terkait berkenaan dengan kedudukan hukum pemohon beralasan menurut hukum. Dua, pemohon tidak memiliki kedudukan hukum dalam pokok permohonan, menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima, " ungkapnya.

Dalam sidang, itu terungkap kenapa MK menolak permohonan Harno – Bayu, karena menyangkut pasal 158 Undang-Undang Pilkada yang mengatur ambang batas selisih suara.

Untuk Kabupaten Rembang, seharusnya maksimal selisih suara 1 %. Sedangkan suara antara pasangan pemenang Pilkada, Abdul Hafidz & Muhammad Hanies Cholil Barro’, dengan pasangan calon Harno – Bayu Andriyanto selisih 1,3 % atau 5.501 suara.

Calon Bupati Rembang incumbent yang terpilih lagi, Abdul Hafidz menyebut kemenangan ini merupakan kemenangan bersama. Jangan sampai masyarakat terkotak-kotak, hanya karena imbas beda pilihan Pilkada 2020 lalu.

“Untuk para pendukung jangan sampai kemenangan ini bereuforia yang berlebihan , mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, “ pungkasnya.(MCS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar