Dinsos Kendal Gandeng Komunitas Ruang Difabel Semar Cakep Semarang Gelar Pelatihan Pijat Terapi

KBRN, Kendal : Dinas Sosial Kendal bekerja sama dengan Komunitas Ruang Difabel Semar Cakep Semarang mengadakan pelatihan  pijat terapi bagi cerebral palsy di Gedung Dekopinda Kendal, Kamis (11/11/2021). Cerebral palsy yaitu  anak-anak yang mengalami kelumpuhan otak, sehingga harus ada penanganan khusus, seperti dilakukan fisioterapi.

Ketua Komunitas Cerebral Palsy Semar Cakep Kendal, Vita Maryunani mengatakan, materi pelatihan yang diberikan yakni edukasi psikologi anak dan fisioterapi bagi anak cerebral palsy. Gangguan yang dialami tiap-tiap anak cerebral palsy itu berbeda-beda, sehingga fisioterapinya pun berbeda-beda. 

"Tanda-tanda cerebral palsy itu, perkembangan anak tidak seperti anak-anak pada umumnya, misalnya ketika usia 4 bulan harusnya sudah bisa duduk dan mengeluarkan suara, tetapi anak cerebral palsy tidak ada fase seperti itu, bahkan sering mengalami kejang-kejang," jelasnya. 

Vita mengatakan, cerebral palsy ini susah disembuhkan, tetapi harus terus dilakukan fisioterapi supaya kondisinya bisa lebih baik. Untuk itu orang tua perlu dibekali tentang cara fisioterapi supaya bisa melakukan sendiri di rumah. "Anak cerebral palsy ini harus mendapat penanganan yang baik, supaya tidak terlalu tergantung kepada orang tua atau keluarganya," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kendal Toni Ari Wibowo melalui stafnya, Olin Biojati mengatakan, pelatihan ini diikuti 30 anak yang didampingi sang ibu atau orang tua yang memiliki anak cerebral palsy. Pasalnya, anak penyandang disabilitas cerebral palsy harus mendapatkan perawatan dan penanganan khusus.

Untuk itu bagi ibu atau orang tua yang memiliki anak cerebral palsy harus mengetahui cara pijat terapi supaya bisa melakukan fisioterapi sendiri di rumah. "Pelatihan dilaksanakan dua hari, tetapi masih terus dilanjutkan untuk konsultasi, misalnya," katanya.

Selama ini anak-anak penyandang disabilitas cerebral palsy belum mendapatkan perhatian, maka dengan adanya pelatihan yang baru pertama kali dilakukan di Kendal ini, ke depan akan lebih diperhatikan. Perhatian terhadap penyandang disabilitas, tidak hanya pemberian bantuan tongkat tunanetra atau bantuan kursi roda, tetapi anak-anak cerebral palsy juga perlu mendapat perhatian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar