Idul Fitri, Kembali Suci

KBRN, Semarang : Ramadhan sebentar lagi berakhir, yang berarti umat muslim akan segera menyambut bulan suci idul fitri.

 

Setelah satu bulan ini umat muslim melaksanakan puasa di bulan ramadhan. Dimana Ibadah puasa tidak hanya ibadah yang hanya memerlukan peran fisik saja, namun juga mengontrol kesehatan batin bahkan mampu menyempurnakan batin manusia.

 

"Idul Fitri berasal dari kata Id berasal dari kata aada-yauudu yang artinya kembali. Sedangkan fitri artinya suci, kembali tidak memiliki dosa, kesalahan, serta keburukan yang diambil dari kata fathoro-yafthiru." Ungkap ketua MUI Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji, Kamis (28/4/2022).

 

Bagi umat Islam yang telah lulus melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya.

 

Ia menambahkan, di malam-malam terakhir bulan Ramadhan ada satu malam yang keutamaannya lebih baik daripada 1000 bulan, atau 83 tahun.

 

“ Hal ini sesuai dengan Surat al-Qadr ayat 3 dinyatakan bahwa:"Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik daripada seribu bulan, “ Jelasnya.

 

Pada rentang waktu itulah kita dianjurkan untuk lebih sungguh-sungguh beribadah supaya dipertemukan dengan satu malam yang disebut Lailatul Qadar.

 

Adapun umat Islam ingin merayakan satu malam, ada malam bersejarah yang lebih pasti, Misalnya di  Malam Nuzulul Quran yang sudah di tetapkan. Malam Lailatul Qadar juga bukan menjadi malam penentuan, sekalipun dari segi namanya menggunakan Lafal ' Al-qadar'.

 

Penentuan nasib manusia, rezekinya, umurnya, dan hal-hal lainnya sudah ada waktu khusus yang disebut Nisfu Sya’ban dimana kita biasa bermunajat kepada Allah agar diberikan yang terbaik pada malam tersebut.

 

Gambaran Surat al-Qadr mengenai keutamaan Lailatul Qadar inilah yang membangkitkan semangat umat Islam untuk bertafakur, beramal, dan memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir di  bulan Ramadan.

 

Meski begitu tidak ada anjuran bahwa kita cukup beribadah di malam tertentu seperti malam 27 Ramadan saja. Untuk itu ia meganjurkan di 10 malam terakhir bulan Ramadan, untuk lebih giat beribadah kepada Allah Swt guna menyambut malam Lailatul Qadar.

 

Daroji beharap umat muslin dapat manfaatkan sisa Ramadhan untuk lebih sungguh-sungguh beribadah dan meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan.

 

 (Afika)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar