Masih Terdapat Ibadah lain Selain Ibadah Bulan Ramadhan, Puasa Syawal

KBRN, Semarang :  Seiring bulan Ramadhan telah usai, umat Islam agar tidak risau, masih banyak ibadah yang bernilai pahala besar diantaranya Puasa Syawal. Adapun Tata Cara puasa Syawal sama dengan tata cara puasa lainnya secara umum.

Melafalkan Niat, Jangan lupa berpuasa Syawal didasari dengan niat telebih dahulu. Makan Sahur, Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar. Namun tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa, dalam artian puasa tetap sah.

Selain itu Tata Cara puasa Syawal dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa. Saat berpuasa, hendaknya senantiasa untuk menahan diri dari makan, minum serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, atau waktu Maghrib. Berbuka Puasa, disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.

Sebagaimana yang diterangkan dalam hadis Qudsi, Allah subhanahu wata'ala berfirman:

"Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu)."

Kemudian, Rasulullah melanjutkan, "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi."

Adapun keutaman yang pertama yakni akan mendapat pahala puasa selama setahun penuh. Hal itu merujuk dari dalil yang sahih:

"Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim no. 1164).

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar