Peduli Banjir Rob, GMC Salurkan Bantuan Sosial

KBRN, Pekalongan : Bencana banjir rob yang melanda Kota Pekalongan membuat beberapa wilayah terutama di Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi.

Akibatnya, ratusan warga di wilayah terdampak mengungsi ke sejumlah posko pengungsian yang telah disediakan Pemerintah Kota Pekalongan. Bencana tersebut menggugah kepedulian dari berbagai lembaga maupun komunitas untuk menyalurkan bantuan. 

Seperti yang dilakukan Komunitas Gilang Imigrasi Motor Club (GMC), geng motor yang beranggotakan ASN (Aparatur Sipil Negara) Kantor Imigrasi non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pemalang dan UKK Kota Pekalongan serta eksternal, memberikan bantuan sosial untuk meringankan beban ratusan pengungsi banjir rob di Aula Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kasi Intelegen dan Penindakan Kemigirasian Kantor Imgrasi Non TPI Pemalang, sekaligus Koordinator UKK Kota Pekalongan, Washono kepada Lurah Tirto, Nur Imaniyah, Kamis siang (26/5/2022).

Washono mengungkapkan, Komunitas GMC sendiri memiliki misi untuk terus bisa berbakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan terutama pada saat terjadi bencana alam, seperti di Kota Pekalongan ini yang dilanda banjir rob. Adapun bantuan sosial yang diberikan kepada para korban banjir rob di pengungsian diantaranya obat-obatan, makanan, dan kebutuhan bayi maupun perlengkapan anak.

"Bantuan GMC ini tidak seberapa, tapi ini wujud kepedulian kami untuk meringankan warga terdampak banjir rob," ucapnya.

Washono menyebutkan, dipilihnya Kelurahan Tirto menjadi sasaran bantuan, bahwa berdasarkan informasi yang didapat warga Tirto yang banyak terkena dampak dari banjir rob. Tidak hanya membantu warga terdampak rob, GMC juga memberikan bantuan berupa makananan untuk relawan dan masyarakat yang tengah membangun tanggul darurat di sekitar tanggul Sungai Meduri Kelurahan Tirto yang belum lama ini jebol.

"Informasinya disini terdapat lebih dari 100 orang korban pengungsian, setelah itu kami akan mendatangi relawan yang memperbaiki tanggul," tuturnya.

Sementara itu, Lurah Tirto, Nur Imaniyah menambahkan, jumlah pengungsi di Aula Kelurahan Tirto sebanyak 129 Jiwa.

" Warga mengungsi sejak tanggal 23 Mei 2022 hari Senin jam setengah 5 sore" ungkapnya.

Menurut Nur, wilayah di Kelurahan Tirto  yang terdampak cukup parah bencana banjir rob adalah RW 03 dan RW 04. Jumlah total yang mengungsi di Kelurahan Tirto sebanyak 296 Jiwa yang tersebar di 6 titik pengungsian, yakni untuk di Aula Tirto ini sebanyak 129 Jiwa, TPQ At-Taubah 30 orang, Masjid Khusnul Khuluq 65 jiwa, Masjid Al-Karomah 35 jiwa, Mushola Al-Irfan 16 jiwa dan RW 07 sebanyak 21 jiwa.

Untuk memenuhi Kebutuhan Logistik pengungsi, Nur Imaniyah mengatakan dibantu dari Dinas dan stakeholder terkait serta para donatur.

"Untuk makanan dari Dinas Sosial, obat obatan dari Dinas Kesehatan dan PMI,  tanggul dari DPUPR, BPBD dan TNI Polri," serta beberapa stakeholder dan komunitas, salah satunya dari GMC yang pada hari ini turut memberikan bantuan sosial berupa logistik untuk pengungsi disini, tukasnya.(Miftachudin - Pekalongan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar