Pemberkasan PPPK, Guru Honorer Menanti Kejelasan Gaji

KBRN, Semarang : Setelah pengumuman hasil sanggah PPPK guru tahap I, sebanyak 173.329 yang lulus formasi belum melakukan pemberkasan nomor induk atau NI. Hal ini memicu kebingungan di kalangan para guru honorer yang lolos seleksi PPPK.

Pasalnya, para guru honorer meyakini jika proses pemberkasan hingga tahun depan  belum berjalan, justru membuat mereka dirundung ke khawatiran. Namun demikian, kabar yang berhembus tersebut tidak seharusnya langsung membuat mereka terpuruk.

Pengamat Pendidikan Ngasbun Egar berharap pada masa peralihan status seharusnya hak mereka berupa gaji tetap diberikan.  Sebab, fakta yang dihadapi di lapangan, kebanyakan Guru Honorer masih menjalankan tugasnya.

“Mereka sudah seharusnya mendapat hak dari pekerjaan mereka sebagai guru honorer, tetapi status mereka tetap bekerja. Bagaimanapun gaji mereka pun juga harus di bayarkan,” ungkapnya kepada RRI.co.id, Selasa (9/11/2021).

Sebab, fakta di lapangan masih banyak guru honorer yang menjalankan tugasnya. Profesionalitas sebagai tenaga pendidik meski nasibnya masih terombang-ambing,  para pahlawan tanpa tanda jasa itu pun tak lantas menyerah.

“Meski seruan untuk mundur sudah mereka terima, karena sekolah harus mengalokasikan honorarium guru di tahun baru. Sayangnya, yang lolos PPPK tidak masuk dalam alokasi anggaran, itu yang menuai perbincangan,” tuturnya

Ngasbun menyebut, menjelang tahun anggaran baru, sekolah perlu memastikan guru honorer yang sudah lulus PPPK tetap diberikan alokasi honornya dari BOS atau APBD maupun alokasi lainnya.

“Agenda kurikulum saat ini di sekolah sedang menghadapi Ujian Semester Ganjil, semua harus di perhitungkan karena menyangkut operasional pembiayaan sekolah,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar