Mengevaluasi Manajemen Saat Covid-19

Oleh Agung Kuswantoro

Delapan bulan Covid-19 telah dirasakan dampaknya bagi negara Indonesia. Tiap orang dan organisasi telah menetapkan tujuan dan rencana yang telah ditetapkan semenjak Januari 2020. 

Bulan November – Desember adalah bulan penghujung tahun. Evaluasi harus dilakukan. Lantas, meskipun dalam masa pandemi Covid-19, bagaimana proses evaluasi pada suatu lembaga?

Ada lima tahap dalam mengevaluasi yaitu (1) tentukan apa yang diukur, (2) tetapkan terlebih dahulu standar-standar yang digunakan, (3) mengukur kinerja, (4) apakah kinerja sudah sesuai dengan standar? (5) mengambil tindakan perbaikan (Sedarmayanti, 2018).

Rencana yang pada waktu itu—belum muncul Covid-19 – berdampak pada jenis kegiatan, dimana pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam pelaksanaan. Misal, tidak ada tatap muka dalam suatu kegiatan. Kegiatan tersebut diganti dengan daring/zoom. Sehingga, berdampak pada anggaran. Seperti pulsa untuk teleconference bagi staf atau pesertanya. Hal-hal inilah yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi saat kegiatan dalam suatu lembaga.

Pandemi Covid-19 itu tidak mengubah apa yang telah diukur/menjadi tujuan suatu lembaga. Ukuran/targetnya tetap. Hanya cara/teknisnya saja berubah. Sehingga, standar-standar yang digunakan itu tetap. Artinya, standar pada rencana yang digunakan itu tetap.

Misal, kegiatan workshop atau seminar. Biasanya, kegiatan workshop – sebelum ada Pandemi – dilakukan dengan tatap muka. Lalu, kegiatan tersebut tetap berlangsung dengan zoom. Artinya, kegiatan tersebut terlaksana dan standarnya terpenuhi. Kegiatan workshop tetap berlangsung/dilaksanakan. Nah, jika kegiatan tersebut tidak terlaksana, maka ukuran kinerjanya harus dicek lagi.

Mengukur kinerja aktual itu mengukur pada awal penentuan standar. Awal penentuan standar itu, sebelum ada Pandemi Covid -19. Jadi, yang perlu dirubah adalah langkah ke-3, yaitu mengukur kinerja aktualnya. Bukan, mengubah apa yang diukur/tujuan lembaga. 

Dengan cara seperti itu, maka lembaga bisa eksis/berjalan dalam setiap rencana akan dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan yang telah ditentukan pada awal tahun – sebelum masa Pandemi covid-19 – itu dapat terlaksana. Hanya saja, teknisnya yang berubah. Kemudian, ukuran kinerjanya akan berubah dengan tetap mempertahankan tujuan yang telah ditetapkan. []

Agung Kuswantoro, Mahasiswa Doktoral Manajemen Pendidikan dan dosen Universitas Negeri Semarang

Semarang, 15 November 2020

Ditulis Di Rumah, jam 21.00 – 21.30 WIB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar