FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Banjir dan Longsor Jayapura, Mensos Salurkan Bantuan

KBRN, Jayapura: Dalam kunjungan kerjanya ke Jayapura, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, menyerahkan bantuan kepada para korban bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Jayapura, pada tanggal 7 Januari 2022 lalu.

Mensos menyerahkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor dengan total sebesar Rp. 1. 390.539.388,- yang terdiri dari bantuan kepada ahli waris untuk 7 orang korban meninggal dunia, bantuan logistik bencana, bantuan 500 paket sembako, bantuan 500 paket alat kebersihan, bantuan 500 paket peralatan sekolah, bantuan 500 Pcs kain sarung, bantuan 50 pekat perlengkapan bayi dan bantuan bahan  natura.

“Bantuan ini bukan berakhir disini, nanti akan bantuan lain lagi yang menyusul, jadi saya minta kepada walikota untuk bisa melakukan pendataan lagi, sepanjang masih ada penyintas  atau pengungsi maka itu adalah tanggungan kami dari Kemensos, kami akan berikan bantuan dukungan logistik, jadi nanti ini kalou pengungsi masih ada ya kita harus tangani terus,” tutur Mensos RI, Tri Rismaharini, Kamis (13/01/2022).

Lanjut Mensos, khusus untuk santunan kepada korban yang meninggal dunia, sampai saat ini baru ada 7 orang yang terdata, sementara 1 orang korban lainnya masih didalami identitasnya, sehingga jika sudah teridentifikasi, maka santunan pasti akan dibayarkan kepada ahli waris.

Ditambahkan, hal yang juga tidak kalah penting adalah mengenai kebutuhan air bersih bagi para korban yang terdampak banjir, untuk itu Kemensos akan coba mengupayakan agar di wilayah yang tergenang banjir bisa mendapatkan fasilitas pengolahan air bersih.

“Nanti juga saya coba untuk bisa menghadirkan water treatment di wilayah yang terdampak banjir, sebab air bersih ini kan kebutuhan dasar, sehingga bisa digunakan kapan saja,” tambah Mensos

Sementara itu, Yulce Semon, warga Kompleks Konya, Kota Jayapura, memberikan apresiasi atas perhatian dari Menteri Sosial yang sudah berkunjung dan melihat langsung situasi daerah yang tergenang banjir dan korban yang mengungsi.

Dikatakan, hampir sebagian besar warga di Konya memilih mengungsi di Gor Trikora, sebab rumah mereka tergenang banjir yang sangat parah, bahkan menurut ibu dua ini, banjir kali ini merupakan banjir yang paling parah sebab pasca banjir rumah mereka nyaris tidak dapat lagi dihuni.

“Kami sangat senang ibu Mensos bisa datang lihat kami disini, kami sebagai masyarakat kecil berterima kasih atas bantuan yang diberikan, kami merasa sangat terbantu di tengah kondisi bencana yang kami alami. Saya sebagai warga Konya juga minta kepada ibu Menteri Sosial, agar bisa membantu kami pasca bencana, rumah kami sudah hancur dan tidak layak huni, kami tidak tau lagi mau minta bantuan dari siapa, sebab pemerintah tidak pernah tanggapi keluhan kami,” tutur Yulce Semon.

Yulce Samon berharap pemerintah bisa melihat kondisi korban di lapangan, terlebih saat ini rumah mereka nyaris tidak layak untuk dihuni, sebab tertimbun lumpur yang cukup tebal dan beraroma menyengat, sehingga sangat mengganggu dan tidak layak untuk dihuni.

Ungkapan apresiasi yang sama juga dilontarkan oleh Pascalino (12), yang merasa sangat senang dengan bantuan yang diberikan oleh Mensos. “Saya sangat senang dapat bantuan perlengkapan sekolah, akhirnya saya bisa sekolah lagi, kemarin tu semua perlengkapan sekolah hancur, air masuk sampai diatas rumah, jadi sa sedang dapat bantuan,” harap Pascalino. (imr)

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar